Di Atas Target, Progres Proyek Cisem Tahap 1 Capai 80,3% per 1 Maret

Arief Kamaludin|Katadata
Ilustrasi infrastruktur pipa gas.
Penulis: Happy Fajrian
4/3/2023, 17.46 WIB

Kementerian ESDM melaporkan progres pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon Semarang atau proyek Cisem telah mencapai 80,28% per 1 Maret 2023. Capaian salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut di atas rencana 79,12%.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji pada kunjungan kerja bersama Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Akhmad Syahroza ke lokasi Proyek Cisem Tahap I dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, Kamis (2/3).

“Kementerian ESDM berusaha mendukung sepenuhnya pembangunan Cisem Tahap I ini selesai tepat waktunya. Kami sudah mengidentifikasi sumber-sumber gas yang produksinya bisa dialirkan lewat pipa ini untuk memenuhi kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Tutuka dalam siaran pers, dikutip Sabtu (4/3).

Pembangunan pipa transmisi gas bumi Cisem merupakan salah satu PSN yang bertujuan meningkatkan akses gas bumi bagi seluruh masyarakat maupun industri. Pipa Cisem diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas gas bumi yang sebagian besar berasal dari lapangan gas di Jawa Timur ke wilayah Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan industri.

Proyek pembangunan pipa transmisi Cisem ini lanjut Tutuka. menjadi perhatian Presiden Joko Widodo dan masyarakat umumnya, karena itu agar pelaksanaan berjalan lancar, Pemerintah mengharapkan agar pelaksana di lapangan tak ragu menyampaikan kendala yang dihadapinya.

“Kunjungan kerja kami ini untuk memastikan proyek berjalan dengan baik dan tepat waktu. Kalau ada yang perlu dibantu oleh Pemerintah, sebaiknya segera disampaikan agar bisa ditindaklanjuti. Pipa Cisem tidak hanya diperlukan oleh industri dan masyarakat, tetapi juga jaringan gas rumah tangga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Akhmad Syahroza menyampaikan bahwa pihaknya mendapat amanah untuk membangun infrastruktur ini dan agar pemanfaatannya optimal, pembangunannya harus terintegrasi dari hulu ke hilir.

Syahroza menambahkan, industri di kawasan Kendal dan Batang sebagai salah satu pengguna gas yang dialirkan melalui pipa Cisem diharapkan dapat memberikan nilai tambah atau meningkatkan daya saing, menumbuhkan lapangan kerja baru dan pada akhirnya meningkatkan iklim investasi.

Syahroza juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara pelbagai pihak yang terkait dalam pembangunan proyek pipa ini. Selain itu juga harus ada laporan mingguan ke Ditjen Migas terkait perkembangan proyek.