Tiga Proyek Migas Jadi Prioritas sampai 2030, Berikut Progresnya

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Pekerja Seapup 1 Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java (ONWJ) memeriksa instalasi saat perawatan salah satu sumur minyak dan gas di lepas pantai utara Indramayu, Laut Jawa, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023).
17/4/2023, 18.51 WIB

SKK Migas mencatat ada tiga proyek stategis hulu migas yang menjadi prioritas dalam rencana kerja 2030. Tiga proyek tersebut terdiri dari dua proyek gas bumi dan satu lapangan minyak.

Perkiraan total sumber daya dua proyek gas bumi mencapai 450 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd), sedangkan satu proyek lapangan minyak diestimasikan memiliki sumber daya 25.276 barel minyak per hari (BOPD).

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo, mengatakan pihaknya menargetkan lelang desain rinci atau Front end engineering design (FEED) pada 2023 untuk tiga proyek migas Mako, Hidayah dan Asap Kido Merah.

Lapangan Gas Mako terletak di Blok Duyung, Cekungan West Natuna, lepas pantai Indonesia. Berdasarkan hasil studi bawah permukaan (subsurface) dan hasil audit sumber daya indenpenden. Lapangan Gas Mako merupakan salah satu yang terbesar di Cekungan West Natuna.

Lapangan gas yang terletak di Wilayah Kerja (WK) Eksplorasi dengan kontraktor West Natuna Exploration Ltd itu ditargetkan onstream pada kuartal IV 2025.

Hingga 31 Maret 2023, SKK Migas melaporkan proses pengadaan telah selesai dan diproyeksikan bisa menyelesaikan seluruh FEED onshore dan offshore lapangan gas berkapasitas 120 MMscfd tersebut.

"Nanti akan ada pengembangan Mako, dimana tahun 2023 di mana kita bisa menyelesaikan FEED," kata Wahyu dalam konferensi pers Kinerja Hulu Migas Kuartal I tahun 2023, Senin (17/4).

Selanjutnya ada pengembangan Lapangan Minyak Hidayah yang terletak di WK North Madura II. Lapangan yang dioperasikan oleh Petronas Carigali North Madura II akan mulai berproduksi pada awal tahun 2027 dengan tingkat produksi saat itu pada kisaran 8.973 barel per hari (bph).

Lapangan ini akan mencapai puncak produksi pada tahun 2033 dengan kisaran produksi 25.276 bph. SKK Migas menargetkan FEED 50% setelah pada 2023.

Sejauh ini, proses pengembangan lapangan tersebut telah sampai pada penyampaian AFE dan G&> kepada pihak SKK Migas. Kegiatan ini diperlukan sebegai input FEED. "Juga ada Hidayah yang dua tahun lalu kita temukan dan sekarang rencana pengembangan lapangan sudah disetujui," ujar Wahju.

Proyek strategis nomor tiga adalah Lapangan Gas Asap Merah Kido yang terletak di WK Kasuri, Papua. Blok yang dioperatori Genting Oil Kasuari Pte Limited ini memiliki estimasi sumber daya gas mencapai 330 MMscfd. Genting Oil baru telah menandatangani Head of Agreement (HOA) jual beli gas dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) untuk suplai gas ke pabrik pupuk.

"Asap Kido Merah, yaitu genting Oil yang ada di Papua semoga saja tahun ini kita punya target menyelesaikan FEED 100% di tahun ini," kata Wahju.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu