Harga Minyak Melonjak Usai Arab Saudi Umumkan Rencana Pangkas Produksi

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Ilustrasi. Harga minyak mentah Brent berjangka naik 3% ke level US$78,42 per barel, naik $2,29, atau 3% pada 22:19 GMT atau pukul 05.19 WIB dan sempat mencapai sesi tertinggi $78,73 per barel.
Penulis: Agustiyanti
5/6/2023, 07.12 WIB

Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada awal perdagangan pekan ini, Senin (5/6) di wilayah Asia. Lonjakan harga minyak terjadi beberapa jam setelah eksportir utama dunia Arab Saudi berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1 juta barel per hari mulai Juli.

Harga minyak mentah Brent berjangka naik 3% ke level US$78,42 per barel, naik $2,29, atau 3% pada 22:19 GMT atau pukul  05.19 WIB dan sempat mencapai sesi tertinggi $78,73 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik $2,27 per barel, naik 3,2%, atau US$74,01 per barel dan sempat menyentuh tertinggi intraday di US$75,06 per barel.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan, produksi minyak akan turun menjadi 9 juta barel per hari (bpd) pada Juli dari sekitar 10 juta bpd pada Mei, penurunan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Pemangkasan produksi yang dijanjikan oleh Arab Saudi mendahului kesepakatan yang lebih luas oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC dan sekutu mereka termasuk Rusia untuk membatasi pasokan hingga 2024. Pemangkasan produksi dilakukan  untuk meningkatkan harga minyak yang lesu.

Kelompok negara produksi minyak yang dikenal sebagai OPEC+, menghasilkan sekitar 40% minyak mentah dunia, Mereka akan memangkas produksi sebesar 3,66 juta barel per hari atau 3,6% dari permintaan global.

"Langkah Arab Saudi kemungkinan akan mengejutkan. Pasar minyak sekarang terlihat akan semakin ketat di paruh kedua tahun ini. " kata analis ANZ dalam sebuah catatan.

Namun demikian, menurut ANZ, pemangkasan produksi negara-negara OPEC+ kemungkinan tak akan signifikan. Ini karena target pemangkasan produksi oleh Rusia, Nigeria, dan Angola tak akan setinggi target awal, sedangkan Uni Emirat Arab diizinkan untuk menaikkan produksi sekitar 0,2 juta barel per hari menjadi 3,22 juta barel per hari.