Eramet Kirim Sampel Litium RI ke Prancis, Siap Diteliti untuk Industri
CEO of Eramet Indonesia Jérôme Baudelet mengatakan perusahaan tengah meneliti sampel litium Indonesia. Penelitian tersebut merupakan program kerja sama yang dilakukan perusahaan dengan Badan Geologi Kementerian ESDM.
“Kami telah mengambil sampel litium yang mungkin terkandung di daerah vulkanik, di area air panas (Bledug Kuwu, Grobogan Jawa Tengah),” kata Jérôme dalam acara Eramet Journalist Class, Senin (25/8).
Sampel tersebut saat ini sedang diteliti oleh pihak perusahaan untuk menilai apakah kandungan atau konsentrasi litium di area tersebut cukup. Ia menjelaskan bahwa litium memang dapat ditemukan di beberapa lokasi, namun jika konsentrasi mineralnya terlalu rendah, maka pemanfaatannya untuk industrialisasi tidak memungkinkan.
“Ini sedang kami coba periksa bersama pusat penelitian yang ada di Prancis,” ujarnya.
Kerja sama Eramet dan Badan Geologi sudah berlangsung sejak tahun lalu. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Bidang Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik atau electronic vehicle (EV) di Indonesia.
Ia menyebut kendaraan listrik saat ini menjadi fokus pemerintah dalam transisi energi. Upaya ini membutuhkan kerja sama, termasuk studi dan pengembangan bersama dari berbagai pihak.
“Studi bersama mengenai mineral-mineral kritis, terutama soal potensi cadangan litium di daerah yang belum dikembangkan di Indonesia, belum pernah dilakukan sebelumnya.” kata Irwandy dalam keterangan resmi.
Kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) antara pemerintah Perancis dan Indonesia dalam bidang energi dan sumber daya mineral yang ditandatangani pada 2011. Kemitraan ini mencakup studi bersama mengenai mineral-mineral kritis di Indonesia, termasuk studi terkait potensi sumber daya litium.
Masih cari potensi litium
Kementerian ESDM terus mengeksplorasi potensi litium domestik di tengah rencana impor dari Australia. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyatakan bahwa Indonesia masih memiliki cadangan litium yang menjanjikan.
“Saya belum mengetahui terkait impor tersebut, tapi kalau litium kami tetap terus mencari,” kata Wafid saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (7/8).
Salah satu wilayah yang memiliki potensi lithium adalah di Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Pemerintah juga sudah sejak lama melakukan penelitian kandungan litium di Bledug Kuwu, namun hingga saat ini belum dilakukan eksplorasi di area tersebut.
“Kalau penelitian sudah dari dulu,” ujarnya.