Bahlil Jadwalkan Pertemuan dengan Freeport Sore Ini, Bahas Divestasi Saham
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proses tambahan divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) saat ini masih berjalan.
“Saya tidak mengatakan angka pastinya, pada negosiasi awal yang kami lakukan (potensi tambahan saham) 10%. Tapi ini ada potensi (tambahan saham) di atas 10%,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (19/6).
Divestasi saham ini merupakan salah satu syarat yang harus dilakukan PTFI sebelum perusahaan mendapatkan atau mengajukan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) setelah 2041.
“Saya sore (nanti) akan bertemu dengan manajemen Freeport Indonesia. Dalam waktu dekat, saya juga akan bertemu dengan manajemen Freeport McMoran (FCX),” ujarnya
FCX merupakan perusahaan induk PTFI yang berasal dari Amerika Serikat. Posisi FCX di PTFI saat ini juga sebagai pemegang saham minoritas.
Komposisi kepemilikan saham di PTFI saat ini terdiri atas 51% dimiliki pemerintah Indonesia dan sisanya dimiliki oleh FCX
Terkait target penyelesaian divestasi saham ini, Bahlil enggan menjelaskan lebih lanjut. “Doakan saja,” ucapnya.
Target tambahan saham 12%
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani sebelumnya mengatakan proses divestasi tambahan saham pemerintah di PTFI dari FCX telah mencapai tahap finalisasi.
Rosan mengatakan, Danantara menargetkan tambahan pengalihan 12% kepemilikan saham PTFI. Angka ini lebih tinggi dari target sebelumnya yang disebut di angka 10%.
“Saya targetkan malah 12%,” kata Rosan di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (16/9).
Menteri Investasi dan Hilirisasi itu mengatakan, pemerintah bisa mendapatkan tambahan saham tanpa bayar atau free of charge. Proses akhir tersebut tinggal menunggu arahan Presiden Prabowo Prabowo.
“Dalam waktu dekat sedang menunggu arahan dari Bapak Presiden. Free of charge, mantap kan,” ujar Rosan.