ESDM Sebut Kuota BBM SPBU Swasta Diputuskan Pekan Depan

Katadata/Fauza Syahputra
Pengendara sepeda motor melintas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Penulis: Mela Syaharani
Editor: Sorta Tobing
11/12/2025, 10.22 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut penetapan kuota impor bahan bakar minyak bagi jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU swasta akan ditetapkan pekan depan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan seluruh badan usaha swasta telah mengajukan kuota impor dari masing-masing perusahaan. Ada lima badan usaha swasta yang mendapatkan kuota impor BBM, yakni Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo, AKR, dan Exxonmobil

“Saya sedang rapat bersama tim untuk paparan terlebih dahulu di depan Pak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), terkait opsi-opsi (impor dan kuotanya) seperti apa. Minggu depan kami sudah bisa dapatkan informasinya seperti apa,” kata Laode saat ditemui di Pos Bloc, Jakarta, Rabu (11/12).

Pemerintah membuka peluang kemungkinan pemberian tambahan impor 10% dari tahun sebelumnya. Namun, hingga saat ini belum jelas penetapannya seperti apa.

4 SPBU Swasta Terima Base Fuel dari Pertamina

Mayoritas SPBU swasta telah mengalami kelangkaan pasokan BBM sejak Agustus 2025. Kelangkaan ini terjadi akibat kebijakan pemerintah yang membatasi impor bagi SPBU swasta. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah tudingan bahwa pemerintah menutup akses impor tambahan kepada SPBU swasta yang dikhawatirkan dapat memicu persaingan tidak sehat dengan Pertamina. 

“Impor untuk 2025 kuotanya ini diberikan 110% dibanding dengan 2024. Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silakan kolaborasi bisnis ke bisnis dengan pertamina,” kata Bahlil di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (9/9).

Saat ini terdapat tiga badan usaha SPBU swasta yang telah menjalin kesepakatan impor base fuel BBM dari Pertamina. BP-AKR telah meneken kesepakatan pada akhir Oktober, Vivo November, dan Shell Indonesia pada awal Desember 2025.

Base fuel merupakan bahan bakar dasar yang belum dicampur dengan zat tambahan (aditif) dan pewarna. SPBU swasta mengolah base fuel ini sesuai spesifikasi dan racikan masing-masing perusahaan, sebelum akhirnya dijual kepada masyarakat. 

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga berikut rincian jumlah impor untuk SPBU swasta: 

  • 100 ribu barel (MB) untuk BP-AKR tahap pertama, 
  • 100 MB untuk Vivo Energy, 
  • 130 MB untuk BP-AKR tahap kedua, 
  • 100 MB untuk Shell Indonesia.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani