Bahlil Targetkan Divestasi Saham Freeport Selesai Kuartal I 2026

ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/nym.
Pekerja berjalan di lokasi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, Kamis (6/2/2025). Fasilitas Smelter PTFI yang mengalami kebakaran pada Senin 14 Oktober 2024 tersebut direncanakan mulai beroperasi kembali pada akhir Juni 2025 dan secara bertahap akan mencapai tingkat produksi 100 persen pada akhir tahun 2025.
23/1/2026, 11.26 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan proses divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) berpotensi selesai pada kuartal pertama 2026. Pengalihan saham ini berasal dari induk perusahaan PTFI yakni Freeport McMoran (FCX) ke Indonesia.

“Insya allah selesai (kuartal ini),” kata Bahlil saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1).

Pengalihan saham itu merupakan salah satu syarat agar PT Freeport Indonesia bisa memperpanjang izin usaha pertambangan khusus alias IUPK setelah 2041. FCX merupakan perusahaan induk PTFI yang berasal dari Amerika Serikat. Posisi FCX di PTFI saat ini juga sebagai pemegang saham minoritas.

Komposisi kepemilikan saham di PTFI saat ini terdiri atas 51% dimiliki pemerintah Indonesia dan sisanya dimiliki oleh FCX  Bahlil baru saja melangsungkan pertemuan dengan Gubernur Papua, salah satu yang dibahas adalah divestasi saham PTFI yang akan menjadi milik pemerintah Papua.

“Dalam waktu dekat kami akan segera menyelesaikan,” ujarnya.

Free of Charge

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa proses negosiasi sudah berjalan dan sudah sepakat penempatan saham sebesar 12% free of charge. Saat ditanya soal waktu penyelesaiannya, Rosan menyebut prosesnya akan segera rampung dan masih dalam tahap finalisasi. 

“Semua kesepakatannya sudah kita setujui, yang kami negosiasikan, boleh dibilang sudah semuanya selesai dan sekarang ya tinggal melihat draft dari detailsnya saja. Tapi kesempatan prinsipnya itu sudah tercapai,” kata Rosan kepada wartawan ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (8/10/25). 

Menurut Rosan, alasan free of charge lantaran kesepakatan itu hasil dari proses negosiasi panjang. Ia menyebut pembahasan tersebut sudah berlangsung lebih dari enam bulan lebih. 

“Tentunya dengan ada ini, kami juga akan lebih memastikan lagi, dari segi keselamatan, dari segi world class mining, operasinya juga terus terjaga,” tambah Rosan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani