Pertamina Hulu Energi Catat Produksi Migas 1,03 juta MMBOEPD per Desember 2025

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wpa.
Foto aerial Anjungan Central Plant (kiri) dan Anjungan Bravo Flow Station (kanan) Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di Laut Jawa, Jawa Barat, Sabtu (17/8/2024).
Penulis: Mela Syaharani
2/2/2026, 12.20 WIB

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat produksi minyak dan gas (migas) perusahaan hingga Desember 2025 mencapai 1,03 juta barel setara minyak per hari (mmboepd). Angka ini terdiri atas produksi minyak 557 ribu barel per hari (bph) dan gas bumi sebesar 2,76 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd).

Di saat yang sama PHE juga telah melaksanakan pemboran eksploitasi sebanyak 886 sumur, workover 1.288 sumur, serta kegiatan well service sebanyak 37.259 pekerjaan. Di sisi eksplorasi, PHE melakukan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer, dan survei seismik 3D seluas 855 kilometer persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 20 sumur. Hal ini dilakukan untuk mendukung keberlanjutan cadangan migas.

Sepanjang 2025, sub-holding hulu migas Pertamina ini juga menemukan sumber daya migas kategori 2C sebesar 1.097 juta barel setara minyak (mmboe), dengan kontribusi terbesar dari sumur Migas Non-Konvensional (MNK) di area Aman Trough di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Sementara itu penambahan cadangan terbukti (P1) tercatat sebesar 313,7 juta mmboe.

“Pencapaian produksi dan penambahan cadangan ini mencerminkan komitmen kami terus menjaga keberlanjutan energi nasional. Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus pada optimalisasi lapangan, percepatan proyek strategis, dan peningkatan kinerja eksplorasi,” ujar Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y Nasroen dalam siaran pers, Senin (2/2).

PHE juga menggali potensi migas melalui Put on Production and Exploration (POPE) sumur Astrea, Pinang East dan Akasia Prima. 

Produksi Migas Disumbangkan Proyek-proyek Strategis

Jumlah produksi migas 2025 juga disumbang dari sejumlah proyek strategis yang sudah onstream di 2025, di antaranya Proyek Sisi Nubi Area of Interest 1-3-5 yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1 oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta proyek Lapangan Gas Senoro Selatan yang dikelola PHE Tomori Zona 13 Regional 4.

Menurut Hermansyah, penyelesaian proyek-proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat produksi dan cadangan migas nasional. “Proyek-proyek ini tidak hanya menambah kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bukti bahwa teknologi dan inovasi perwira Subholding Upstream,  mitra kerja, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia,” ucapnya.

Pada akhir 2025, PHE juga melakukan onstream sumur eksplorasi PPC-01 di Struktur Padang Pancuran yang dioperasikan oleh  PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang. Hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi sumur PPC-01 tercatat mencapai 451,42 bph, atau melampaui target awal sebesar 400 bph.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani