Negosiasi Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu Alot, Bahlil Fokus Porsi Bagi Hasil
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ingin fokus pada kepentingan hak dan pendapatan negara dalam perpanjangan kontrak ExxonMobil di Blok Cepu. Pengelolaan blok minyak ini akan berakhir pada 2035 dan berencana diperpanjang hingga 2055.
“Kami sedang menghitung mana yang menguntungkan bagi kedua pihak, tapi kami harus lebih maksimal,” kata Bahlil saat ditemui di kantornya, Selasa (3/3).
Menurutnya, perpanjangan kontrak ini menyangkut dengan isi pasal 33 UUD 1945. Dimana seluruh kekayaan yang ada di bumi Indonesia harus dikelola sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat.
Perpanjangan ini masih dalam tahap negosiasi terkait besaran kontrak bagi hasil (PSC) antara pemerintah dan operator. Menurutnya kedua pihak belum menemukan titik tengah kesepakatan besaran PSC.
“Tapi secara prinsip hal-hal lain kami sudah menemukan titik tengah,” ujarnya.
Bahlil mengatakan porsi kepemilikan saham di Blok Cepu terdiri atas 45% ExxonMobil, 45% Pertamina, dan 10% dimiliki oleh BUMN. Perpanjangan kontrak ini didasari adanya temuan sumber-sumber minyak baru.
“Maka ada keinginan untuk memperpanjang (kontrak),” ucapnya.
Nilai Investasi US$ 10 Miliar
Rencana perpanjangan kontrak ExxonMobil pertama kali diungkapkan oleh Bahlil dalam konferensi pers usai Indonesia menandatangani tarif perdagangan dengan AS.
Operator wilayah kerja Cepu ini merupakan salah satu perusahaan migas yang berasal dari Amerika Serikat (AS). Bahlil menyebut ExxonMobil sudah beroperasi lebih dari 100 tahun di Indonesia.
“Kami akan memperpanjang (kontrak) sampai 2055 dengan total investasi US$ 10 miliar (Rp 168,6 triliun),” kata dia dalam konferensi pers daring, Jumat (20/2).
WK Cepu mempunyai jangka waktu kontrak 17 September 2005 sampai 17 September 2035. WK ini memiliki skema bagi hasil Cost Recovery.
Lapangan pada WK Cepu antara lain Banyu Urip, Kedung Keris, dan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru, dengan cadangan untuk minyak bumi 344,63 million stock tank barrels (MSTB) dan gas 1.201,26 miliar standar kaki kubik (BSCF).
Dia mengatakan Exxon merupakan salah satu penyumbang produksi minyak bumi terbesar di Indonesia. Total produksinya 170 ribu - 185 ribu barel per hari (bph).