Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah menambah produksi minyak Sumur Banyu Urip A07 dari 4.800 barel minyak per hari (BOPD) menjadi 12.300 BOPD, atau meningkat sebesar 7.500 BOPD.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari Perawatan Sumur (Well Services/WS) pada Sumur Banyu Urip A07 melalui program Water Shut-Off (WSO), yaitu upaya untuk mengurangi aliran air yang tidak diinginkan di dalam sumur sehingga dapat memaksimalkan produksi minyak.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang tepat dapat memberikan peningkatan produksi yang signifikan dalam waktu relatif singkat,” ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3).

Penambahan produksi itu jauh melampaui target awal, yakni sebesar 1.000 BOPD. Tambahan produksi itu memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan lifting minyak nasional.

“Ini adalah bukti bahwa optimalisasi sumur eksisting dapat secara langsung mendorong peningkatan lifting minyak nasional,” ujar dia.

Selain mampu meningkatkan produksi minyak secara signifikan, WSO juga menghadirkan efisiensi waktu dan biaya operasional. Secara operasional, ia mengatakan seluruh pekerjaan dilakukan tanpa menggunakan rigless operation (rig) dengan memanfaatkan unit wireline, sehingga pelaksanaan menjadi lebih cepat dan ekonomis.

Dari sisi anggaran, realisasi biaya tercatat sekitar 57 persen dari total anggaran yang telah disetujui, mencerminkan pengelolaan program yang efektif dan efisien.

“Praktik baik seperti ini perlu direplikasi di lapangan lain untuk mempercepat pencapaian target lifting nasional serta memperkuat ketersediaan energi,” kata Djoksis, sapaan akrabnya.

Program WSO dilaksanakan untuk menghentikan aliran air yang tidak diinginkan dari zona bawah sumur sehingga sumur dapat menghasilkan proporsi minyak yang lebih tinggi dan mengoptimalkan potensi produksinya.

Ia mengatakan metode yang diterapkan meliputi pemasangan bridge plug, re-perforation, serta stimulasi acidizing. Pendekatan teknologi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan potensi sumur eksisting tanpa perlu pengeboran baru, sehingga tambahan produksi dapat diperoleh lebih cepat dan lebih hemat biaya.

Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, adalah salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sebelum Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), produksi Exxon hanya mencapai 150 ribu barel per hari.

Kini, setelah Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), angkanya naik menjadi 180.000 barel atau setara dengan 25–30 persen lifting minyak nasional.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.