Bahlil Sebut 2 Kargo Minyak Asal Singapura Sudah Sampai di Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan dua kargo minyak dari Singapura sudah tiba di Indonesia. Kedua kargo tersebut sempat tidak jadi dikirim ke Indonesia, meskipun Pertamina sudah membelinya melalui tender.
“Sudah kelihatannya, nanti saya cek. Karena selama pasokan bahan bakar minyak (BBM) kita aman berarti sudah masuk,” kata Bahlil saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (27/3).
Dihubungi secara terpisah, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, juga mengonfirmasi kedua kargo tersebut sudah sampai di tanah air.
“Sudah tiba (di Indonesia), dengan kargo (muatan) Solar tadi saya cek,” ujar Roberth kepada Katadata.co.id.
Bahlil juga mengatakan dua kapal milik Pertamina masih berada di Teluk Persia. Dia menyebut pemerintah terus melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait hal ini.
“Memang tidak mudah untuk bisa mengeluarkan kapal tersebut dari Selat Hormuz. Tapi, komunikasi terus kami bangun,” ucap Bahlil.
Selain kargo asal Singapura, Bahlil juga menyebut bahwa stok BBM Indonesia saat ini dalam kondisi aman. Sesuai dengan standar minimal syarat yang ditetapkan pemerintah.
Kendati demikian, dia menyarankan agar masyarakat bisa bijaksana dalam menggunakan LPG. Pasalnya, 70% kebutuhan LPG Indonesia dipenuhi melalui impor.
“Tapi, sampai hari ini kondisinya jelas. Kapal-kapal (muatan LPG) yang kami beli dari beberapa negara masih sesuai jalur. Insya Allah aman,” ujar Bahlil.
Meskipun kondisi global saat ini sedang terkendala masalah pasokan energi, Indonesia tetap harus berusaha.
“Sekalipun kami ada uangnya, tapi barangnya harus berebut dengan negara lain,” katanya.
Dua Kargo BBM dari Singapura Sempat Putar Balik
Bahlil sebelumnya mengatakan dua kargo dari Singapura ini sudah sempat berlayar dan hampir memasuki wilayah Indonesia.
“Sudah mau masuk laut Indonesia kemudian dua kargo disuruh kembali (ke Singapura). Jadi, sekarang kalau urusan minyak hukum normal sudah tidak berlaku,” kata Bahlil dalam Pengantar Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/3).
Menurut Bahlil hal itu bisa terjadi lantaran pasokan minyak saat ini tengah terganggu. Kondisi itu mengakibatkan komoditas minyak menjadi barang yang sulit didapatkan.
Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah dan Pertamina telah berkoordinasi serta mengajukan komplain pada pihak terkait. Dia menyampaikan, jika protes tersebut tidak membuahkan hasil, awalnya pemerintah akan mengajukan gugatan.
“Tanggal 18 (Maret 2026) dua kargo tersebut dikembalikan (dikirimkan ke Indonesia),” ujarnya.