Harga Minyak Turun di Tengah Potensi AS-Iran Gencatan Senjata Permanen
Harga minyak dunia turun saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan potensi gencatan senjata dengan Iran secara permanen dalam perang di Timur Tengah.
Harga minyak Brent turun 1,4% menjadi US$ 98,03 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,8% menjadi US$ 93,02 per barel.
Trump mengeklaim Iran telah menyetujui sejumlah syarat yang selama ini ditolaknya, termasuk pembukaan Selat Hormuz. Kendati demikian, Teheran belum mengonfirmasi secara terbuka terkait hal tersebut.
Sejumlah pemimpin negara Teluk Arab dan Eropa mengatakan kesepakatan damai AS-Iran kemungkinan membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk tercapai. Kedua pihak yang berperang sebaiknya memperpanjang gencatan senjata selama periode tersebut.
Pasar minyak mentah telah terguncang oleh konflik yang kini mendekati hari ke-50. Perang ini memicu guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena Iran menghentikan sebagian besar lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Hal ini mengganggu seperlima aliran minyak global. Belakangan, AS juga memberlakukan blokade angkatan lautnya sendiri.
“Tema utama saat ini bukan lagi eskalasi, melainkan stabilisasi. Pasar minyak mengirimkan pesan yang jelas yakni ketakutan mendorong reli harga, diplomasi mendorong koreksi, dan ketidakpastian akan memicu volatilitas ke depan,” kata analis pasar senior di perusahaan pialang Phillip Nova Pte Priyanka Sachdeva, dikutip dari Bloomberg, Jumat (17/4).
Selama perang ini terjadi, Trump kerap menimbulkan kebingungan di kalangan investor melalui pernyataan yang saling bertentangan dan perubahan posisi yang cepat terkait timeline konflik. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menunjukkan kecenderungan untuk mengubah sikap ketika pasar tampak menolak kebijakannya.
Pergerakan harga minyak saat ini mulai mereda usai melalui periode perdagangan yang dinamis. Harga Brent bergerak US$ 10 per barel sepanjang pekan ini, turun jauh dibandingkan Maret yang mencapai US4 38 per barel.