Pertamina Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU Sumut, Benarkah BBM Langka?

ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar
Kendaraan antre untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Jumat (10/7/2026).
15/7/2026, 16.17 WIB

Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) terjadi di beberapa SPBU di wilayah Sumatra Utara beberapa hari terakhir. Pertamina Patra Niaga mengatakan hal ini disebabkan karena meningkatnya kebutuhan BBM masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10% dibandingkan rata-rata harian,” kata VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora dalam siaran pers, Rabu (15/7).

Meski terjadi peningkatan, Kitty menyebut layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal. Dia mengatakan Pertamina telah mempercepat penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi tanpa hambatan.

Pertamina Patra Niaga telah menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam. 

Perusahaan juga terus melakukan pembinaan dan penindakan atas pelanggaran disiplin terhadap seluruh mitra operasional guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai standar keselamatan, kepatuhan, dan keandalan.

Selain itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran 104% dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115%.

Dia menyampaikan saat ini, operasional Fuel Terminal Medan telah berjalan normal dan seluruh proses distribusi BBM ke SPBU berlangsung lancar. Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

"Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," ujarnya.

Gubernur Sumut Ungkap Penyebab Kelangkaan Lain

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution sebelumnya mengatakan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU ini bukan disebabkan kekurangan pasokan, melainkan terganggunya distribusi akibat berkurangnya pengemudi truk pengangkut BBM di wilayah Sumut.

"Menjadi kendala distribusinya, karena pengemudi truk pengangkut BBM berkurang. Informasi kami terima terjadi pemberhentian massal, sehingga armada pengangkut tidak bisa beroperasi secara normal," kata Bobby dikutip dari Antaranews, Rabu (15/7).

Bobby telah meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) agar membereskan distribusi bahan bakar minyak BBM dalam dua hari.

"Tadi disampaikan Pertamina, sebenarnya bukan BBM yang langka. Tetapi yang langka itu, katanya adalah pengemudi yang ngantar BBM. Ini harus selesai dua hari," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani