Berburu Pertalite di Bogor: Keliling Cari SPBU, Pulang Tanpa Bensin
Bulan Juli diwarnai masalah antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di beberapa daerah. Antrean dan keluhan masyarakat memenuhi media sosial dalam dua minggu kebelakang.
Salah satu daerah yang mengalami kelangkaan BBM khususnya yang berjenis subsidi Pertalite adalah Kota dan Kabupaten Bogor. Seorang pegawai swasta, Padjar Iswara, mengatakan krisis bensin sudah terjadi di Bogor sejak 9 Juli 2026.
Pengalaman krisis bensin dialaminya pada 10 Juli lalu, ketika ia berniat untuk mengisi bahan bakar di SPBU Pasir Kuda Bogor. Sesampainya di lokasi, terjadi antrian panjang di lokasi tersebut.
“Ternyata antrean panjang mengular hingga ke jalan raya, mungkin ada puluhan motor antre. Ini jumlahnya lebih banyak dari antrean hari biasa,” kata Padjar kepada Katadata, Jumat (17/7).
Melihat kondisi ini, Padjar memutuskan untuk mencari lokasi pengisian lainnya, namun kondisi serupa dia temui di SPBU Jalan R.E Abdullah, dan SPBU Jalan Veteran. Karena antrean parah, akhirnya Padjar mengurungkan niat mengisi bensin lalu memilih kereta api listrik (KRL) sebagai transportasi yang ia gunakan untuk bekerja ke Jakarta.
Dia berniat untuk mengantre bensin sepulangnya dari bekerja di ibu kota. Namun, ternyata rencana ini tak bisa diwujudkannya.
Ketika kembali menyambangi SPBU di Jalan R.E Abdullah, dan SPBU Jalan Veteran, kedua gerai ini sudah tutup operasi dengan menyertakan tulisan ‘Pertalite dan Pertamax habis’.
“Saya berniat membeli bensin di SPBU Pasir Kuda pada pukul 21 dan antreannya luar biasa (panjang), akhirnya tidak jadi beli bensin memilih langsung pulang,” ujarnya.
Padjar awalnya berniat untuk mengisi bensin pada keesokan harinya, namun ketika mendengar kabar dari kerabat bahwa seluruh SPBU di tempat tinggalnya mengantre parah, maka niat tersebut kembali diurungkan.
Pencarian bensin akhirnya baru terlaksana pada 12 Juli 2026. Dia memutuskan untuk membeli bensin di SPBU Ciomas Ciapus, Bogor.
“Saya antre karena (persediaan bensin) di motor sudah kritis. Butuh mengantre 15-20 menit untuk mendapatkan 3 liter Pertalite,” ucapnya.
Sebelum mendapatkan bensin pada siang hari, dia sudah mencoba peruntungan di pagi hari usai berolah raga. Ketika menyambangi SPBU tersebut, persediaan bensin sudah habis, namun pasokan kembali tersedia pada pukul 14.00.
Padjar mengaku tidak mencari opsi lain dengan mengisi bensin di SPBU milik perusahaan swasta. Walaupun antrean dan ketersediaan pasokan BBM di Pertamina susah untuk didapatkan.
“Saya tidak mencari bensin ke SPBU swasta karena lokasinya jauh. Selain itu berdasarkan keterangan teman saya, antreannya juga panjang,” katanya.
Meski sempat terkendala, namun dia menyebut kondisi krisis bensin di Bogor sudah mereka sejak 13 Juli 2026. Dia mengaku masih melihat antrean pengisian BBM di SPBU, namun hal ini dibarengi dengan banyak mobil tanki pemasok yang ada di gerai-gerai pengisian bahan bakar.
“Jadi setahu saya mulai senin 13 Juli krisis bensin di Bogor sudah selesai. Sekarang balik normal dan antrean gak sepanjang waktu krisis,” ujar dia.
Penyebab krisis dan Antrean
Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga Arya Yusa Dwicandra mengatakan hal ini disebabkan beberapa SPBU yang menunggu proses pengiriman dari terminal.
“Saat ini terdapat tiga SPBU di Kota Bogor dan tiga SPBU di Kabupaten Bogor sedang menunggu pasokan dalam proses pengiriman dari Fuel Terminal Plumpang. Seluruh pasokan tersebut telah memiliki Delivery Order (DO) dan kami terus mengoptimalkan proses distribusi agar segera diterima di SPBU,” kata Arya kepada Katadata.co.id, Selasa malam (14/7).
Arya menyebut total SPBU yang ada di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor yang mencapai 151 SPBU. Arya memastikan penyaluran BBM ke seluruh SPBU di Bogor tetap berjalan dan terus mengupayakan langkah maksimal untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kendala dan kondisi yang terjadi di lapangan. Pertamina Patra Niaga terus melakukan berbagai langkah penanganan agar layanan distribusi BBM dapat kembali berjalan secara optimal,” ujarnya.
Dia menyampaikan selama proses distribusi berlangsung, masyarakat dapat memanfaatkan SPBU alternatif yang stoknya masih tersedia. Berikut daftar SPBU alternatif untuk wilayah Kota Bogor:
- SPBU 34.16109 Jl. Warung Jambu,
- SPBU 34.16104 Jl. Cibuluh,
- SPBU 34.16122 Jl. Raya Dramaga,
- SPBU 34.16108 Jl. Pajajaran Baranangsiang,
- SPBU 34.16120 Jl. Soleh Iskandar, dan
- SPBU 34.16114 Jl. Batutulis.
Berikut daftar SPBU alternatif untuk wilayah Kabupaten Bogor:
- SPBU 34.16929 Gunung Putri,
- SPBU 34.16913 Telajung Udik,
- SPBU 34.16925 Wanaherang,
- SPBU 34.16927 Cikeas,
- SPBU 34.16914 Ciangsana,
- SPBU 34.16928 Ciangsana,
- SPBU 34.16923 Bojong Kulur
“Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan distribusi BBM berjalan optimal sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” kata Arya.
Kondisi kelangkaan ini sudah membaik dibandingkan pekan lalu. Menurut pantauan Antaranews, jumlah kelangkaan Pertalite pada 10 Juli 2026 mencapai 19 SPBU. SPBU-SPBU tersebut sedang menunggu pasokan Pertalite dalam proses pengiriman dari FT Plumpang.