Vale Impor Alat Utama Rendah Karbon untuk Proyek Hilirisasi Nikel Morowali

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Pekerja menggunakan pakaian tahan api saat mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa (21/10/2025). Produksi nikel matte PT Vale Indonedia Tbk pada Semester I-2025 meningkat sebesar dua persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 35.584 ton dan menargetkan produksi nikel matte hingga akhir tahun 2025 mencapai 71.234 ton.
23/7/2026, 15.01 WIB

PT Vale Indonesia mendatangkan autoclave yakni peralatan pengolahan nikel berkarbon rendah dalam rangka mempercepat pengerjaan high pressure acid leaching (HPAL) yang merupakan proyek strategis nasional (PSN) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Tambahan alat ini menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang menjadi bagian dari Indonesia growth project Morowali," kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto di Kabupaten Morowali, Kamis (23/7).

Alat tersebut, kata dia, merupakan milestone strategis dalam tahapan konstruksi proyek. Sebagai peralatan utama dalam teknologi HPAL autoclave berperan sebagai inti proses pengolahan bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi dan asam sulfat untuk mengekstraksi nikel dan kobalt secara efisien.

Hasil pengolahan tersebut berupa mixed hydroxide precipitate (MHP), material antara yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Fasilitas HPAL di Sambalagi, Bungku Pesisir, Morowali dirancang memiliki produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP, dengan pasokan bahan baku sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi.

Menurutnya, kedatangan autoclave memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung rantai pasok global kendaraan listrik.

"Momentum ini mencerminkan komitmen PT Vale bersama para mitra untuk menghadirkan industri pengolahan nikel yang berdaya saing, mengedepankan prinsip keberlanjutan, keselamatan kerja, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasi," katanya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap operasi yang lebih berkelanjutan, proyek HPAL Sambalagi juga mengintegrasikan berbagai solusi rendah karbon dalam desain fasilitasnya. Kebutuhan listrik operasional akan didukung waste heat recovery power generation yang memanfaatkan panas sisa proses produksi untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien.

"Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya juga direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri," kata dia.

Terakhir, ujar dia, tambahan alat terbaru tersebut merupakan upaya perusahaan dalam memaksimalkan PSN karena bagian penting dari agenda pemerintah dalam mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Status tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022 dan Nomor 21 Tahun 2022 yang menetapkan megaproyek integrasi tambang PT Vale di Blok Bahodopi dan fasilitas pengolahan nikel sebagai PSN.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.