Tabung CNG Merah Putih Masuk Tahap Uji Coba Terakhir
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tabung gas alam terkompresi (CNG) Merah Putih 3 kilogram (kg) saat ini sudah berada dalam tahap uji coba terakhir.
Dia menyebut baru saja menerima laporan presentasi terkait uji coba tabung 3 kilogram dan katup penutupnya (valve).
“Sekarang Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sedang melakukan uji coba tahap akhir. Menurut informasi yang saya terima, tinggal uji tembak saja yang belum,” kata Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Senin (3/8).
Dia menyampaikan uji tembak ini dilakukan melalui proses pembakaran dengan suhu 850 derajat. Uji coba ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, namun juga dilaksanakan di Cina. Bahlil menyebut, proyek tabung CNG merah putih ini diharapkan bisa selesai diuji coba bulan ini.
“Didoakan saja ya, yang terbaik untuk ibu pertiwi tercinta,” ujarnya.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman sebelumnya mengatakan tabung yang diuji ini merupakan produk impor dari Cina.
“Juli ini ada prototipe untuk diuji, jumlahnya mungkin sekitar 15 (unit),” kata Laode saat ditemui di kompleks DPR RI (29/6).
Pengujian Tabung Merah Putih ini dilakukan di Lemigas. Selain uji tembak, proses yang dilakukan adalah uji tekanan, uji keamanan katup atau valve tabung.
Dia menyebut tabung Merah Putih akan diedarkan ke masyarakat usai melewati serangkaian uji dan evaluasi. Laode mengatakan edaran tabung baru ini akan dilakukan bertahap, dengan menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa.
Laode mengatakan skema pendanaan Tabung Merah Putih ini tidak berasal dar alokasi anggaran pemerintah, namun dia enggan merincikan dari mana sumbernya. Pemerintah mengklaim harga jual Tabung Merah Putih akan memiliki tarif yang sama seperti tabung liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram yang disubsidi pemerintah.
“Harganya sama, sekarang simulasinya disamakan, (dengan ini) subsidi (untuk gas tabung) bisa turun sampai 30%,” ujarnya.
Meski dalam proses percobaan ini menggunakan tabung impor, dia menyebut pemerintah tetap membuka peluang untuk memproduksi tabung CNG dari dalam negeri. Keputusan ini bisa dilakukan jika kebutuhan tabung CNG berjumlah banyak, sehingga ada daya tawar agar investor bisa membangun industri disini.
“Iya, peluang besar (investasi Cina),” ucapnya.
Dia menyebut nantinya tabung CNG ini akan mendapatkan pasokan gas yang sudah dialokasikan oleh SKK Migas. Laode tidak merinci mana saja sumber gas yang dialokasikan khusus untuk tabung ini, dia hanya menyebut pasokan gasnya tersedia. CNG saat ini berencana dikembangkan untuk menjadi opsi alternatif bagi penggunaan gas LPG.