Harga Minyak Naik Jadi US$ 83 per Barel Usai Iran Serang Target di Selat Hormuz
Harga minyak acuan dunia kembali naik setelah muncul laporan bahwa Iran menyerang target-target musuh di Selat Hormuz. Serangan ini berlangsung pada Kamis malam waktu setempat, menyusul ledakan di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz.
Hal ini terjadi bersamaan dengan aksi Teheran berupaya melarang kapal-kapal Amerika Serikat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut, dalam kesepakatan yang sedang dirundingkan dengan Oman.
Harga minyak Brent naik 1,4% menjadi US$ 83,61 per barel pada pukul 08.16 waktu Singapura. Sementara itu minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,2% menjadi US$ 78,24 per barel.
Harga minyak mentah telah memangkas sebagian pelemahan yang terjadi pada awal pekan ini. Kenaikan ini terjadi seiring memudarnya optimisme bahwa pembukaan penuh Selat Hormuz akan memulihkan arus pasokan energi dari Teluk Persia.
Berdasarkan rancangan kesepakatan Iran-Oman, Teheran juga berencana melarang kapal-kapal Israel melintasi selat tersebut serta mewajibkan negara-negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi untuk dapat melintas.
"Kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz masih sulit dicapai, sehingga para investor berada dalam posisi yang penuh ketidakpastian. Untuk saat ini, lalu lintas kapal masih rendah dan jalan menuju kesepakatan yang berkelanjutan masih belum jelas,” kata Direktur Senior Strategi Investasi di US Bank Asset Management Group Rob Haworth, dikutip dari Bloomberg, Jumat (7/8).
Kendati demikian, Presiden Donald Trump kembali menyatakan ia memperkirakan perang akan berakhir dalam waktu dekat dan situasi di Selat Hormuz berkembang dengan baik. Meski begitu, pihak-pihak yang terlibat konflik masih memiliki perbedaan besar terkait syarat-syarat kesepakatan.
Amerika Serikat bersikeras agar pelayaran di jalur tersebut kembali bebas seperti sebelum perang, sedangkan Iran mendorong penerapan skema pungutan bagi kapal yang melintas.
Konflik di Timur Tengah juga tampak semakin meluas. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah melancarkan serangan berskala besar terhadap pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
Kelompok tersebut pada awal pekan ini juga menyatakan telah menyerang sebuah kapal tanker Saudi di Teluk Aden dan mengancam pelayaran di bagian utara Laut Merah.