Pertamina Temukan Potensi Hidrokarbon Besar di WK Pangkah
PT Pertamina (Persero) mengatakan wilayah kerja (WK) Pangkah memiliki potensi hidrokarbon. Hal ini diketahui melalui pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah pada Maret 2026.
Hasil uji menunjukkan salah satu indikasi bahwa masih terdapat peluang untuk meningkatkan nilai aset Pangkah melalui pengembangan lapangan dan kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara terukur. Termasuk menggarap potensi hidrokarbon.
“Kami mendapat kabar positif mengenai potensi hidrokarbon yang cukup besar. Potensi tersebut perlu terus diperdalam melalui eksplorasi, ditingkatkan kematangan proyeknya, kemudian didorong menuju pengembangan hingga produksi sehingga dapat memberikan tambahan pasokan energi bagi Indonesia,” kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dalam siaran pers, Senin (10/8).
Selain potensi hidrokarbon, dari hasil uji tersebut juga menunjukkan laju alir awal mencapai 2.443 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas. Capaian tersebut melampaui target awal perusahaan.
WK Pangkah dikelola Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL), anak usaha PT Saka Energi Indonesia (PGN Saka) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina. Melalui hasil pengeboran di atas, perusahaan akan memanfaatkan produksi gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri di sekitarnya.
Dia menyebut hal ini diperlukan di tengah kebutuhan energi untuk industri yang terus tumbuh. Oki mengatakan keberadaan sumber gas yang dekat dengan pusat industri menjadi salah satu keunggulan yang perlu dioptimalkan, untuk menjaga kelangsungan pasokan energi bagi industri.
“Jawa Timur memiliki basis industri yang sangat kuat. Karena itu, kontinuitas pasokan energi, khususnya gas bumi, perlu terus dijaga. Kami berharap PGN Saka terus memperkuat kajian eksplorasi untuk menemukan cadangan gas baru,” ujarnya.
Oki menyampaikan upaya meningkatkan kontribusi Pangkah tidak hanya dilakukan dengan mencari cadangan baru. Infrastruktur yang sudah tersedia juga perlu dimanfaatkan secara maksimal agar aset tersebut dapat memberikan nilai lebih besar bagi ketahanan energi nasional.
“Ada berbagai fasilitas yang sangat baik, termasuk LPG Plant, yang kami harapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi ketahanan energi Indonesia,” ucapnya.
Melalui pendekatan tersebut pengembangan Pangkah dilakukan melalui dua jalur sekaligus, dengan memaksimalkan produksi dan fasilitas yang sudah ada, serta mencari potensi cadangan baru untuk kebutuhan energi di masa mendatang.
Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi mengatakan, optimalisasi dilakukan secara terintegrasi, baik pada fasilitas onshore maupun offshore, sembari terus membuka peluang pengembangan potensi migas baru.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai aset Pangkah, tetapi juga memperkuat ketersediaan gas bumi dari dalam negeri untuk menopang kebutuhan industri dan perekonomian Jawa Timur serta ketahanan energi Indonesia.