ESDM Optimistis Bisa Kejar Target Prabowo: Stop Impor Minyak dalam Tiga Tahun

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Ilustrasi.
Penulis: Mela Syaharani
Editor: Agustiyanti
26/8/2026, 21.03 WIB

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis bisa menyetop impor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik. Hal ini dilakukan sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 GW di Bali, Selasa (25/8).

“Ya kalau perintah Presiden, kami harus melaksanakan,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman saat ditemui di kompleks DPR RI, Rabu (26/8).

Laode yakin pemerintah bisa mewujudkan keinginan presiden. Apalagi, Indonesia saat ini sudah mulai menerapkan biodiesel 50% serta beroperasinya proyek RDMP Kilang Balikpapan pada awal tahun ini.

“(Kami juga) berupaya melakukan eksplorasi yang cukup besar untuk minyak dan gas, termasuk (ada) temuan-temuan baru. Kami optimis lah,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan bahwa  Indonesia tidak boleh lagi mengimpor minyak maupun LPG dalam tiga tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kemandirian energi nasional. 

"Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, Insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," kata Prabowo dikutip dari Antara.

Prabowo menyampaikan target tersebut harus didukung dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt (GW), geothermal, pengembangan ladang gas serta peningkatan lifting minyak nasional.

Menurut Prabowo, program PLTS 100 GW merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri dan tidak bergantung pada perkembangan maupun kondisi negara lain.

Mengenai efisiensi anggaran, Prabowo enggan mengulangi paparn teknis yang telah dilaporkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar pidato tidak terlalu lama.

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW tersebut dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun. Kapasitas baru itu hampir setara dengan total kapasitas listrik nasional saat ini yang berada di angka 88 GW dari seluruh sumber energi.

"Untuk sebagai bayangan, seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt dari batu bara, minyak, gas, hingga geotermal. Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," kata Prabowo.

Ia menyampaikan pembangunan energi terbarukan harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan migas.

"Dengan 100 gigawatt, dengan geothermal yang kita punya, dengan ladang-ladang gas yang kita sudah ketemukan, dengan lifting minyak yang harus naik terus, kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak," ujar Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani