Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir 2026 

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/kye
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir 2026.
Penulis: Ade Rosman
23/9/2026, 18.03 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir 2026. Meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlangsung dan menyebabkan harga minyak dunia tinggi, Indonesia dapat mengatasinya dengan bantalan fiskal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Airlangga mengatakan dunia mulai dapat beradaptasi dengan dampak dari Perang Iran dan Amerika Serikat yang menyebabkan ditutupnya Selat Hormuz, salah satu jalur penting untuk pengiriman minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah.  

Alhamdulillah untuk Indonesia transmisi ini masih bisa diredam oleh buffer APBN kita. Sehingga, kalau harga minyak di bawah 100 (US$/barel), sekarang harga pembelian pemerintah khusus yang non-subsidi itu di bawah 100 (US$/barel), sekitar 90-an (US$/barel),” kata Airlangga dalam acara Antara Business Forum 2026, di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (23/9).

Atas dasar tersebut, Airlangga menyatakan tidak akan ada kenaikan harga BBM hingga akhir 2026.

“Ini sampai akhir tahun kita masih bisa pertahankan, tidak ada perubahan kenaikan harga, terutama BBM bersubsidi,” kata dia.

Di sisi lain, Airlangga mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga minyak dunia di tengah-tengah panasnya gesekan geopolitik yang belum berakhir.

“Tentu gonjang-ganjing perubahan harga minyak yang terus selalu dimonitor,” kata Airlangga.

Penurunan Harga Minyak Dunia

Harga minyak acuan dunia saat ini telah turun di bawah level US$ 100 per barel. Harga ini memang terus menurun selama lima hari terakhir. 

Penurunan ini terjadi seiring dengan Arab Saudi yang bersiap mengaktifkan kembali jalur pipa utama pengiriman minyaknya, yakni pipa East-West. Di samping itu, penurunan harga minyak dunia juga didukung oleh pernyataan AS bahwa ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang yang telah mengguncang Timur Tengah. 

Harga minyak Brent berada di level US$ 99,25 per barel pada pukul 09.09 waktu Singapura, tidak berubah dari perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3% menjadi US$ 90,27 per barel.

Harga minyak masih mencatat kenaikan lebih dari 60% sepanjang tahun ini karena konflik di Timur Tengah mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz. Lonjakan harga tersebut telah mendorong inflasi, dengan harga produk minyak bahkan meningkat lebih tinggi dibandingkan harga minyak mentah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman