Sejumlah perusahaan utama penyedia bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertamina, BP, dan Shell Indonesia kembali melakukan penyesuaian harga BBM mulai awal bulan ini.
Kementerian ESDM menjamin harga BBM subsidi seperti Pertalite tak akan naik meskipun nilai tukar rupiah melemah, sambil memastikan stok bahan bakar aman hingga akhir tahun.
Pelemahan nilai tukar rupiah mengancam ketahanan energi dan ekonomi nasional, meningkatkan biaya impor BBM serta menekan daya saing industri yang bergantung bahan baku impor.
Kebijakan moneter Bank Indonesia menaikkan suku bunga 50 bps secara agresif menanggapi tekanan eksternal dan inflasi, namun menghadapi tantangan asimetri dengan kebijakan fiskal.
Harga BBM Non-Subsidi naik pada 2 dan 4 Mei 2026 hingga Rp 30 ribu per liter. Lantas, berapa biaya isi full tank Pajero, Fortuner, dan Innova diesel semenjak ada update harga ini?
Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Vivo melonjak hingga lebih dari Rp 15 ribu per liter. Diesel Primus Vivo bahkan dibanderol Rp 30.890 per liter mulai 1 Mei 2026.
PT Pertamina (Persero) menaikkan harga tiga jenis bahan bakar (BBM) non-subsidi per 18 April 2026. Tiga jenis produk tersebut adalah Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Penahanan harga BBM di tengah kenaikan minyak global membuat beban bergeser ke Pertamina dan SPBU swasta, memicu tekanan biaya, gangguan distribusi, dan risiko distorsi di hilir migas.
Sebagai negara importir minyak, Indonesia amat rentan dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia, terlebih saat konflik Timur Tengah melanda. Strategi energi nasional mesti diperkuat.