Harga BBM Non-Subsidi dan Avtur Tak Berubah pada Oktober, Apa Penopangnya?

ANTARA FOTO/Reno Esnir/fzn/nz
Pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Pertamina Patra Niaga menurunkan harga BBM non-subsidi mulai Sabtu (1/8) yaitu Pertamax turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter, dan Pertamax Green 95 dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Penulis: Mela Syaharani
5/10/2026, 19.00 WIB

Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan bahan bakar pesawat (Avtur) tak berubah per Oktober 2026. PT Pertamina (Persero) pun mengungkapkan alasan yang mendasarinya.

Sepanjang bulan lalu, tren harga minyak dunia cenderung naik yang dipengaruhi oleh eskalasi di Timur Tengah dan ketegangan antara Rusia-Ukraina.

“Posisi per Oktober itu memang ada arahan untuk harga seluruh JBU (BBM non-subsidi retail dan Avtur itu masih kami tahan sama dengan harga September,” kata Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga Joko Pranoto dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, yang dipantau secara daring melalui kanal YouTube Kemendagri, Senin (5/10).

Joko mengatakan sebetulnya harga BBM non-subsidi dan Avtur cenderung landai pada periode Januari 2025 hingga awal tahun ini.

Pergerakan harga baru dimulai ketika meletus perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026. Konflik geopolitik ini menyebabkan kenaikan harga BBM yang sangat signifikan dan dirasakan hampir seluruh produk BBM non-subsidi dan Avtur.

“Mungkin khusus produk Pertamax dan Pertamax Green sejak April itu memang ada pembatasan, (sehingga harga) tidak naik, baru kemudian di Juni dinaikkan,” ujarnya.

Meski harga BBM non-subsidi mengalami volatilitas, dia menyebut harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tidak berubah. Sebab, pemerintah telah memutuskan harganya tetap hingga akhir tahun ini.

Harganya masih kompetitif

Meski tarif BBM dan Avtur tak naik bulan ini, dia menyebut harganya secara umum masih kompetitif dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Australia, Pakistan, dan India. Hal ini disebabkan salah satu komponen harga BBM adalah pajak. Dia mengatakan ketika harga bahan bakar naik, besaran pajaknya juga bertambah.

“Makanya terlihat di beberapa negara itu mengontrol kenaikan harga walaupun ujungnya juga masih relatif tinggi itu dengan mekanisme tax reduction gitu,” ucapnya.

Beberapa negara yang melakukan pengurangan pajak adalah Vietnam. Negara seperti Brunei Darussalam, Kamboja, dan Laos juga tidak mengenakan biaya FAT, sementara Malaysia mengendalikan harga Avtur dari sisi pajak.

Joko menyebut perusahaan saat ini masih terus berusaha menekan harga bahan bakar, baik BBM maupun Avtur, dengan tidak benar-benar menyesuaikan tarifnya dengan harga di pasar dunia.

“Ini terlihat kalau komparasinya memang secara umum kita relatif masih lebih murah daripada negara sekitar,” katanya.

Harga BBM Oktober 2026

Pertamina Patra Niaga mengatakan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per 1 Oktober 2026. VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan harganya masih mengacu pada periode bulan sebelumnya.

“Per 1 Oktober harga BBM baik Subsidi dan Non Subsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” kata Kitty kepada Katadata, Kamis (1/10).

Dia menyebut harga BBM yang tidak berubah ini berlaku baik untuk produk subsidi maupun non-subsidi. Kitty mengatakan keputusan harga yang tidak berubah ini mempertimbangkan sejumlah faktor.

“Adapun untuk BBM Non Subsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” ujarnya.

Berikut daftar harga BBM Pertamina per 2 September 2026:

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter

  • Dexlite: Rp23.700 per liter

  • Pertamina Dex: Rp25.200 per liter

  • Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter

  • Pertamax Green 95: dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter

  • Pertalite (subsidi): Rp10.000 per liter

  • Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter

Tak hanya Pertamina, di laman resmi Shell Indonesia juga tidak ada perubahan harga. Besaran tarif BBM masih dipatok menggunakan harga periode September 2026. Berikut daftarnya:

BP-AKR

  • BP 92: Rp16.130 per liter

  • BP Ultimate: Rp19.330 per liter

  • BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter

Shell

  • Shell Super: -

  • Shell V-Power: -

  • Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter

  • Shell V-Power Nitro+: -

Vivo

  • Revvo 92: Rp16.130 per liter

  • Revvo 95: Rp19.330 per liter

  • Diesel Primus: Rp25.420 per liter

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani