Khawatir Perang Iran, Filipina Percepat Proyek Listrik Indonesia hingga Brunei

123rf.com/tebnad
Ilustrasi transmisi listrik
Penulis: Desy Setyowati
9/10/2026, 08.28 WIB

Filipina berupaya mempercepat proyek interkoneksi listrik yang melibatkan tiga negara lain, yakni Brunei, Indonesia, Malaysia, di tengah gangguan pasokan energi yang dihadapi Asia Tenggara akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.

Informasi itu disampaikan oleh badan pemerintah Philippine Information Agency (PIA). Menteri Energi Sharon Garin mengumumkan inisiatif ini pada Rabu (7/10), dalam Pertemuan Menteri Energi ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) ke-44 di Manila.

Proyek itu akan menghubungkan jaringan listrik melalui kabel bawah laut bertegangan tinggi, yang memungkinkan perdagangan listrik lintas batas di antara keempat negara tersebut.

Garin menggambarkan inisiatif itu sebagai pintu gerbang utama Filipina menuju rencana ASEAN Power Grid, melengkapi pengaturan perdagangan listrik yang sudah ada yang menghubungkan Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

"Setiap interkoneksi membawa kita lebih dekat pada hari di mana tenaga air dari pegunungan negara tetangga dapat menerangi rumah sakit di seberang perbatasan," ujar Garin, dikutip dari Anadolu.

Menteri Energi Singapura, Tan See Leng, menekankan perlunya peraturan bersama yang mengatur kabel bawah laut, termasuk aspek pemasangan, pemeliharaan, dan perlindungan infrastruktur.

Pertemuan di Manila itu mempertemukan para menteri energi dari 11 negara anggota ASEAN untuk membahas konektivitas listrik regional, ketahanan energi, dan pembiayaan proyek infrastruktur.

Filipina menjadi negara pertama yang menyatakan keadaan darurat energi nasional menyusul serangan AS-Israel terhadap Iran dan penutupan Selat Hormuz pada bulan Februari. Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengeluarkan pernyataan tersebut pada tanggal 24 Maret.

Menurut ASEAN Centre for Energy, lebih dari 50% impor minyak mentah ASEAN berasal dari Timur Tengah, dan gangguan pasokan dapat mengancam volume yang setara dengan hampir 28% konsumsi minyak kawasan tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.