Dirjen Migas Rapat dengan Khofifah, Target Antrean BBM di Jatim Tuntas 2 Hari
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menggelar pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (20/10).
Pertemuan tersebut membahas penguatan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur untuk mengantisipasi gangguan penyaluran yang memicu antrean di sejumlah wilayah. Laode mengatakan terdapat sejumlah wilayah di Jawa Timur yang terindikasi mengalami antrean BBM, antara lain Malang, Jember, dan Blitar.
“Tapi intinya dalam 1-2 hari ini sudah harus tuntas masalah yang terjadi,” kata Laode seusai pertemuan.
Forum yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak itu juga membahas upaya distribusi BBM di Jawa Timur berjalan lancar agar mencegah terulangnya persoalan distribusi yang terjadi di Bali.
Laode mengatakan hasil pertemuan itu juga menyepakati pasokan BBM untuk wilayah Jawa Timur yang masuk dalam Marketing Operation Region (MOR) V yang mencakup Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatim-Balinus) harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di Jawa timur.
Langkah ini bertujuan untuk menjamin distribusi pasokan tidak dialihkan ke wilayah lain. “Jawa Timur ini masuk Jatim-Balinus, jangan sampai dikirim ke tempat-tempat lain sehingga Jatim-nya sendiri tidak terpasok dengan baik,” ujar Laode.
Ombudsman pada 13 Oktober lalu mencatat ada sebelas provinsi mengalami gangguan layanan distribusi dan pengisian BBM. Sejumlah daerah yang terpantau mengalami gangguan layanan di Jawa Timur antara lain Blitar, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sebelumnya memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara selama dua hari pada Jumat (16/10) dan Senin (19/10). Langkah ini ditempuh sebagai dampak adanya antrean BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kabupaten setempat.