Perundingan Perdagangan Bebas Eropa Terhambat Akses Pasar

ANTARA FOTO/Maulana Surya
Peserta beasiswa industri tekstil mengikuti praktek pelatihan di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Senin (12/3/2018).
Penulis: Michael Reily
Editor: Ekarina
2/5/2018, 18.29 WIB

Saat ini, Vietnam dan Malaysia tengah menyelesaikan proses perundingan dengan EFTA. Sementara Filipina dan Singapura sudah menandatangani kesepaktan perjanjian perdagangan dengan EFTA terlebih dahulu.

EFTA merupakan asosiasi perdagangan bebas yang beranggotakan empat negara, yaitu Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia. Perundingan IECEPA pertama kali diadakan pada 7 Juli 2010. Setelah berlangsung selama sembilan putaran, perundingan sempat dihentikan sementara pada 2014 karena terjadi proses pergantian pemerintahan di Indonesia. Pada 2016, Indonesia dan EFTA sepakat melanjutkan perundingan dan menargetkan penyelesaian perundingan pada 2018.

(Baca : Perundingan Dagang Indonesia-Australia Ditargetkan Rampung Agustus)

Menurut data Kemendag, EFTA merupakan  tujuan ekspor Indonesia urutan ke-23 dengan nilai sebesar US$ 1,31 miliar pada tahun 2017. Produk ekspor utama Indonesia ke EFTA antara lain perhiasan, perangkat optik, emas, perangkat telepon, dan minyak esensial.

Sementara itu, EFTA merupakan negara asal impor Indonesia ke-25 dengan nilai sebesar US$ 1,09 miliar. Produk impor Indonesia yang berasal dari negara EFTA antara lain emas, turbo-jet, obat-obatan, pupuk, dan campuran bahan baku industri.

Total perdagangan Indonesia-EFTA mencapai US$ 2,4 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar US$ 212 juta. Sementara itu, nilai investasi negara anggota EFTA di Indonesia mencapai US$ 621 juta.

Halaman: