Stok di Bawah Batas Aman, Bulog Bakal Simpan Beras Impor di Gudang

Arief Kamaludin|KATADATA
Beras di gudang Bulog.
Penulis: Michael Reily
Editor: Yuliawati
8/2/2018, 11.10 WIB

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan beras impor yang akan tiba sebanyak 281 ribu ton pada 11 Februari tidak akan mengganggu penyerapan pada panen raya. Beras impor akan digunakan sebagai cadangan untuk stabilisasi harga lewat operasi pasar. Apalagi saat ini stok beras di gudang Bulog berada di bawah batas aman. 

Sekretaris Perusahaan Bulog Siti Kuwati menyatakan beras impor tidak akan langsung didistribusikan ke pasar. “Tidak perlu khawatir, Bulog punya lebih dari 1.400 unit gudang yang tersebar di 26 Divisi Regional dengan kapasitas simpan seluruhnya kurang lebih 4 juta ton,” kata Siti lewat keterangan resmi, Jakarta, Rabu (7/2).

(Baca juga: Harga Beras Tinggi, Angka Kemiskinan Terancam Naik)

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, menyatakan telah membahas dengan Presiden Joko Widodo mengenai kedatangan beras impor yang akan disimpan di gudang Bulog.

"Nanti begitu beras impor itu datang kita kawal menuju ke gudang, setelah itu akan dikunci oleh Satgas Pangan agar meyakinkan kepada petani, kepada masyarakat, bahwa beras impor itu hanya untuk cadangan nasional," kata Moeldoko.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti, menyatakan stok beras di gudang Bulog per Senin (5/2) hanya sebanyak 678.000 ton. Stok beras di gudang Bulog masih jauh dari keamanan cadangan beras.

"Kalau mau aman butuh (stok beras di gudang Bulog) 1,5 juta ton, kondisi saat ini di bawah satu juta," kata Djarot.

(Baca juga: Data Kementan di Atas Perkiraan, BPS Akan Cek Ulang Produksi Beras)

Stok beras di gusang Bulog menipis setelah diadakan beberapa kali operasi pasar untuk menurunkan harga beras yang melonjak. Selama Januari bahkan Bulog melakukan intervensi operasi pasar sebanyak 161 ribu ton. Operasi pasar ini berhasil menurunkan harga beras yang pernah mencapai Rp 13 ribu- 14 ribu per kilogram.

Berdasarkan data Food Station, beras IR-64 II dari Rp 11.325 pada Senin (5/2) menjadi Rp 11.525 pada Selasa (6/2) dan menjadi Rp 11.650 pada Rabu (7/2). Sebelumnya, Kamis pekan lalu (1/2) beras turun menjadi Rp 11.500. Sementara, IR-64 I naik menjadi Rp 12.275 setelah mengalami penurunan ke Rp 12.050. Pekan lalu, harganya mencapai Rp Rp 12.200.

Begitu juga data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga rata-rata beras medium I kembali naik jadi Rp 12.300 setelah awal pekan sempat turun ke angka Rp 12.250. Pergolakan terjadi karena harga akhir pekan lalu juga Rp 12.300. Namun, terjadi stagnansi untuk beras medium II sebesar Rp 12.100 selama sepekan terakhir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.