Masa Berlaku Persetujuan Ekspor hanya Enam Bulan

KATADATA | Bernard Chaniago
Penulis:
Editor: Arsip
25/4/2014, 14.22 WIB

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku telah mengizinkan ekspor konsentrat mineral dengan memberikan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) kepada lima perusahaan. SPE dikeluarkan menyusul pernyataan resmi Kementerian Keuangan terkait diskon bea keluar.  

Lima perusahaan tersebut, di antaranya PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara. Menurut Kementerian ESDM, lima perusahaan tersebut telah menunjukan keseriusannya untuk membangun smelter, dengan membuktikan perkembangan investasinya sudah mencapai lima persen.  

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Dede I Suhendra mengatakan masa berlaku SPE hanya selama enam bulan. Selanjutnya akan dievaluasi dengan kemajuan pembangunan smelter.   "Setiap enam bulan akan kami evaluasi, kalau tidak ada kemajuan pembangunannya bisa naik bea keluarnya," ujarnya, seperti dikutip harian Kontan, Jumat (25/4).  

Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batubara R Sukhyar, Kementerian ESDM hanya memastikan lima perusahaan tersebut bersedia membayar tarif bea keluar, sekaligus menjamin keberlangsungan pembangunan smelter.

Reporter: Redaksi