KCI Pilih Impor Tiga KRL Baru dari Cina, Apa Alasannya?

Muhammad Zaenuddin|Katadata
Penumpang KRL Commuterline berjalan di Stasiun Manggarai, Jakarta (30/5). PT KAI Commuter (PT KCI) menambah perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) berupa feeder yang diberangkatkan dari Stasiun Duri menuju Stasiun Manggarai sebanyak 15-17 perjalanan. Langkah ini diharapkan strategis untuk mengurai penumpukan atau kepadatan penumpang yang menunggu KRL di di Stasiun Manggarai.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
2/2/2024, 14.51 WIB


PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI akhirnya memutuskan untuk mengimpor tiga rangkaian KRL dari Cina pada tahun ini. Nilai impor ketiga rangkaian KRL tersebut mencapai Rp 783  miliar.

Direktur Utama KCI Asdo Artriviyanto mengatakan, pengadaan impor dari Cina sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Asdo menyampaikan sumber dana pengadaan ketiga rangkaian tersebut adalah Penyertaan Modal Negara.

“Pengadaan Impor sarana KRL baru ini juga merupakan proses terakhir dari rangkaian pengadaan sarana KRL oleh KCI," kata Asdo dalam keterangan resmi, yang dikutip Jumat (2/2).

Menurut Asdo, pengadaan kereta anyar tersebut sesuai dengan proyeksi kebutuhan pengguna Commuter Line Jabodetabek 2024-2025 yang mencapai 1 juta pengguna per hari. Asdo mencatat rata-rata penumpang harian pada 2023 adalah 850.00 pengguna.

Ia mendata total pengguna Commuter Line Jabodetabek mencapai 290,89 juta sepanjang 2023. Angka tersebut naik 38% secara dari capaian 2022 sejumlah 239,25 juta orang. Asdo memprediksi pengguna Commuter Line Jabodetabek akan naik 16,98 juta orang atau 4% per tahun.

Selain pengadaan KRL, Asdo melaporkan pihaknya telah memesan 16 kereta baru dari PT Industri Kereta Api senilai Rp 3,83 triliun. Selain itu, KCI telah memesan 19 kereta retrofit senilai Rp 2,32 triliun.

Asdo sebelumnya berencana untuk meningkatkan kecepatan kereta commuter di Jabodetabek saat jumlah rangkaian yang beroperasi berkurang sepanjang tahun ini. Peningkatan kecepatan masing-masing kereta commuter dinilai dapat meningkatkan frekuensi perjalanan harian.

Menurut Asdo, kecepatan Commuter Jabodetabek trayek Bogor-Manggarai dan jurusan Tanah Abang telah dinaikkan menjadi 80 kilometer per jam. Sementara tujuan ke Bekasi telah ditingkatkan menjadi 90 kilometer per jam.

"Sederhananya, kereta akan lebih cepat dan menambah kapasitas angkut setiap perjalanan," ujarnya.

Reporter: Andi M. Arief