Implementasi Proyek MLFF, Pertaruhan Kerja Sama Indonesia dan Hungaria

Foto udara kendaraan antre memasuki di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (8/7/2024). Pemerintah akan menerapkan sistem transaksi jalan tol non-tunai nirsentuh nirhenti, yang dikenal sebagai Multi Lane Free Flow (MLFF) di sejumlah ruas jalan tol u
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto udara kendaraan antre memasuki di Pintu Tol Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (8/7/2024). Pemerintah akan menerapkan sistem transaksi jalan tol non-tunai nirsentuh nirhenti, yang dikenal sebagai Multi Lane Free Flow (MLFF) di sejumlah ruas jalan tol untuk mengatasi kemacetan di gerbang tol yang berdasarkan kajian dokumen feasibility study tahun 2020 menyebabkan kerugian sebesar Rp4,4 triliun per tahun.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Sorta Tobing
21/2/2025, 17.29 WIB

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengakui proyek sistem transaksi jalan tol nontunai nirsentuh nirhenti, yang dikenal sebagai multi lane free flow (MLFF) dilakukan secara mendadak. Akibatnya, tata kelola jalan tol di dalam negeri belum siap saat proyek tersebut diteken.

Dody mengatakan telah menemui Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Lilla Karsay yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, Dody menyampaikan pemerintah harus memperbaiki tata kelola jalan tol sebelum MLFF dapat diimplementasikan.

"Saya tidak mau proyek ini disia-siakan dan salah. Karena  itu, saya persuasif ke pemerintah Hungaria bahwa kami akan tetap mengerjakan proyek MLFF," kata Dody di kantornya, Jakarta, Jumat (21/2).

Dalam pertimbangannya, implementasi MLFF tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, anggarannya masih dikunci oleh Kementerian Keuangan sampai waktu yang belum ditentukan.

Di sisi lain, Kementerian PU  harus memenuhi kewajiban proyek berskema kerja sama pemerintah dan badan usaha lain dalam waktu dekat. Karena itu, menurut Dody, implementasi MLFF secepatnya dapat dilakukan pada akhir paruh pertama tahun ini.

"Kami harus menghormati kontrak dengan pemerintah Hungaria. Kalau akhirnya kontrak ini batal, kami akan putus secara baik-baik sebab saat jadian juga baik-baik," ujarnya.

Dampak ke Hubungan Bilateral Hungaria dan Indonesia

Jadwal pelaksanaan teknologi MLFF seharusnya pada akhir 2022. Dubes Karsay sempat mmenyampaikan kerap diundurnya implementasi MLFF berdampak pada relasi bilateral dan diplomatik Hungaria dan Indonesia.  

Ia juga menyebut investasi proyek itu berasal dari pembayar pajak Hungaria. "Kami masih di sini walaupun implementasinya kerap diundur. Pemerintah Hungaria belum menarik investasi dari proyek MLFF, ini menunjukkan komitmen kami," kata Karsay.

Pemerintah Hungaria dan Indonesia menandatangani kerja sama proyek MLFF pada 2021 dan dijadwalkan beroperasi pada 2022. Menurut dia, mundurnya implementasi proyek MLFF yang terjadi berulang kali disebabkan oleh perbedaan budaya Indonesia dan Hungaria tentang waktu.

Karsay menyampaikan, salah satu karakteristik Hungaria adalah keras kepala dan selalu menepati janji. Pihaknya telah menyiapkan skenario terburuk dari investasi proyek MLFF. "Skenario terburuk adalah cabut dari investasi ini tanpa ada implementasi," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief