Menteri Dody Berencana Tambah Daftar PSN di Pemerintahan Prabowo
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan rencana penambahan daftar infrastruktur yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, jumlah PSN dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto turun drastis dari 244 proyek menjadi hanya 77 proyek.
Menurut Dody, daftar PSN dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 12 Tahun 2025 dapat mengalami perubahan sesuai dengan usulan kementeriannya. Namun, perubahan daftar tersebut harus melalui diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Jadi, 77 PSN bukanlah angka mati. Jika ada infrastruktur yang memang diperlukan dan bermanfaat di masa depan, kami bisa mengusulkannya," ujar Dody dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (7/3).
MLFF Tidak Masuk dalam Daftar PSN
Salah satu proyek yang tidak lagi masuk dalam daftar PSN terbaru adalah sistem pembayaran nontunai nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Sebelumnya, MLFF telah berstatus PSN berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 12 Tahun 2024.
Dody menyatakan bahwa pemerintah belum merinci langkah untuk mengembalikan status PSN bagi proyek MLFF. Saat ini, kementeriannya masih dalam tahap evaluasi menyeluruh guna mengidentifikasi tantangan implementasi sistem tersebut.
"Kami akan membenahi dulu tata kelola implementasi MLFF. Setelah itu, kami akan menginformasikan urgensi penggunaan MLFF di dalam negeri agar dapat kembali masuk dalam daftar PSN," ujarnya.
Pemangkasan Proyek Jalan Tol dalam PSN
Presiden Prabowo Subianto telah memangkas jumlah PSN di sektor jalan dan jembatan dari 51 proyek pada pemerintahan sebelumnya menjadi hanya tiga proyek, yaitu:
- Jalan Tol Serang-Panimbang
- Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi
- Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban
Ketiga proyek ini tetap masuk dalam daftar 77 PSN sebagaimana tertuang dalam Perpres No. 12 Tahun 2025.
Dody menjelaskan bahwa mayoritas proyek jalan tol dikeluarkan dari daftar PSN karena perkembangan konstruksinya masih minim, yakni sekitar 10%. Sementara itu, tiga proyek yang tetap berstatus PSN telah mencapai lebih dari 50% progres pembangunan.
Secara umum, jalan tol yang masuk dalam PSN di era Presiden Joko Widodo tersebar di berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek, Pulau Jawa (di luar Jabodetabek), Pulau Bali, Pulau Sumatra, dan Pulau Kalimantan.
Namun, dalam daftar PSN terbaru, Presiden Prabowo mengeluarkan seluruh proyek jalan tol di Jabodetabek, Pulau Sumatra, Pulau Bali, dan Pulau Kalimantan dari daftar PSN.
Meski demikian, Dody mengaku telah menyiapkan beberapa ruas tol untuk diusulkan kembali masuk dalam PSN. Namun, ia belum memastikan apakah proyek-proyek tersebut sebelumnya sudah pernah memiliki status PSN atau belum.
"Yang jelas, proyek yang akan kami usulkan adalah infrastruktur besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak," ujarnya.
Dari total 77 PSN yang ditetapkan Prabowo, sebanyak 47 proyek merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya. Prabowo hanya menambahkan 30 proyek baru, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan tiga juta rumah.