Penjualan Mobil Lesu, Gaikindo Pertanyakan Data Pertumbuhan Ekonomi

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Pengunjung mengamati mobil-mobil pada hari terakhir pameran otomotif GIIAS 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (3/8/2025). GAIKINDO mencatat selama pelaksanaan pameran GIIAS 2025 jumlah pengunjung mengalami kenaikan sebesar tujuh persen dibanding GIIAS 2024, sementara nilai transaksi termasuk pembelian mobil baru turun akibat tekanan ekonomi.
14/8/2025, 12.05 WIB

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mempertanyakan data pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua tahun ini. Sebab, tren penjualan secara tahunan masih menunjukkan berlanjutnya tren penurunan penjualan mobil nasional sejak Mei 2025.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan pada Mei-Juli susut secara tahunan lebih dari 15% setiap bulannya. Penurunan terbesar terjadi pada Juni 2025 atau sebesar 22,54%, sementar penjualna pada Juli 2025 susut 18,43%.

"Daya beli memang belum pulih. Katanya pertumbuhan ekonomi nasional positif 5,12%, tapi realitanya penjualan mobil turun jauh dari angka itu," kata Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara kepada Katadata.co.id, Kamis (14/8).

Walau demikian, Kukuh menemukan ada perbaikan penjualan pada bulan lalu lantaran naik hampir 5% secara dibandingkan Juni 2025 sejumlah 57.800 unit menjadi 60.552 unit. Karena itu, Kukuh memperkirakan tren pertumbuhan tersebut akan berlanjut pada bulan ini akibat GAIKINDO Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2025.

Seperti diketahui, GIIAS 2025 berlangsung pada 23 Juli sampai 3 Agustus 2025. Kukuh mengaku pihaknya masih mengkompilasi data transaksi dari pameran terbesar kedua di Asia tersebut.

Kukuh mengaku belum dapat meramalkan kontribusi transaksi dalam GIIAS dapat berkontribusi besar pada data penjualan mobil bulan ini. Sebab, pameran tersebut menghadirkan beberapa agen pemegang merek atau APM baru dengan harga yang menarik.

"Kami masih mencermati kenapa harga di GIIAS murah. Selain itu, sebagian besar mobil yang ditawarkan di GIIAS adalah kendaraan listrik. Jadi, kompleksitas minat membeli tentu lebih panjang," katanya.

Berdasarkan data Gaikindo, volume penjualan mobil listrik tipe battery electric vehicle (BEV) dari pabrik ke dealer (wholesales) di Indonesia mencapai 5,5 ribu unit pada Juli 2025. Pencapaian tersebut turun 12% dibanding bulan sebelumnya (month-to-month), melanjutkan penurunan empat bulan berturut-turut sejak April 2025.

Namun, penjualan mobil listrik BEV pada Juli 2025 masih lebih tinggi 28% dibanding Juli tahun lalu (year-on-year).Pangsa mobil listrik BEV pada Juli 2025 mencapai 9% dari total volume wholesales mobil nasional, yang jumlahnya 60,55 ribu unit.

Secara kumulatif, selama Januari—Juli 2025 volume wholesales mobil listrik BEV di pasar domestik sudah mencapai 42,25 ribu unit, tumbuh 137% dibanding Januari—Juli tahun lalu (cumulative-to-cumulative).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief