Pemerintah Kembali Tutup Keran Ekspor Benih Lobster, Praktik Ilegal Masih Marak
Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP kembali menutup keran ekspor benih bening lobster atau BBL. Sebab, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 7 Tahun 2024 yang mengatur ekspor BBL dinilai belum mampu membendung ekspor BBL ilegal.
Permen KP No. 7 Tahun 2024 menetapkan ekspor BBL dapat diekspor setelah pembeli dari luar negeri melakukan investasi dalam bentuk budidaya BBL di dalam negeri. Kebijakan tersebut telah dimanfaatkan investor asal Vietnam dengan kapasitas budidaya 300 juta ekor lobster per tahun pada tahun lalu.
"Kami sudah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah Vietnam, tapi ekspor BBL ilegal masih sangat dahsyat. Karena itu, kami menahan dulu ekspor BBL ke semua tempat," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu di kantornya, Kamis (28/8).
Haeru mengatakan keran ekspor BBL akan kembali dibuka setelah pemerintah membersihkan praktek ekspor benih lobster ilegal. Karena itu, Haeru menyampaikan pihaknya akan membentuk Satuan Tugas Anti Ilegal BBL.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mencatat implementasi Permen KP No. 7 Tahun 2024 telah mendatangkan investasi senilai Rp 60 miliar dalam bentuk budidaya BBL pada Mei 2024.
Dia mengatakan lobster merupakan bagian dari ekosistem yang benihnya melimpah ruah. Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menggalakkan riset bersama perguruan tinggi untuk melakukan pemijahan (perkawinan di luar tubuh) lobster.
Sayangnya, proses pemijahan tersebut belum berhasil dengan baik. Dengan demikian, pengembangbiakan lobster masih harus dilakukan secara alami. "Di seluruh dunia masih seperti itu (pemijahan alami)," ujarnya.
Seperti diketahui, lobster hasil implementasi Permen KP No. 7 Tahun 2024 akan menyasar pasar Cina. Berdasarkan data Organisasi Dagang Dunia, nilai ekspor lobster ke Cina pada 2022 mencapai US$ 257 juta. Jenis lobster yang diekspor ke Negeri Panda adalah rock lobsters, cotton lobsters, and green lobsters segar.
Cina merupakan salah satu importir lobster terbesar dunia. Pada Januari-Juli 2023, volume impor lobster oleh Cina mencapai 32.358 ton senilai lebih dari US$ 962 juta.
Pada 2021, Indonesia merupakan produsen lobster terbesar kedua di dunia dengan share produksi dari total produksi lobster dunia sebesar 31,59%. Vietnam berada di posisi pertama dengan memiliki share produksi mencapai 62,5%.
Saat ini, ada tujuh jenis lobster yang tercatat hidup di perairan Indonesia, yaitu Lobster Batu (Panulirus penicillatus), Lobster Pasir (Panulirus homarus), Lobster Mutiara (Panulirus ornatus), Lobster Bambu (Panulirus versicolor), Lobster Batik (Panulirus longipes), Lobster Pakistan (Panulirus polyphagus), dan Lobster Batik Merah (Panulirus femoristriga).