AS Tetap Buka Peluang Impor Udang dari Indonesia meski Ada Kasus Zat Radioaktif
Pemerintah menyebut Amerika Serikat tetap membuka pintu impor udang asal Indonesia, meskipun ada kasus kontaminasi radioaktif cesium-137.
Ketua Divisi Diplomasi dan Komunikasi Publik Satgas Cesium-137 Bara Hasibuan mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berkoordinasi dengan pihak Amerika Serikat, khususnya pihak US FDA atau Food and Drug Administration.
“FDA menyampaikan bahwa pasar Amerika Serikat tetap terbuka untuk produk udang Indonesia, selama mengikuti ketentuan dari pemerintah Amerika Serikat, khususnya kedepan, soal sertifikasi,” kata Bara dalam konferensi pers, Rabu (8/10).
Dia menyampaikan Indonesia dan AS sepakat melakukan penandatanganan kerja sama alias MoU mengenai proses sertifikasi keamanan produk udang.
“Telah disusun disegregated authority bersama antara KKP dengan FDA, ini jelas ya, supaya masyarakat bisa tenang,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam kesempatan yang sama.
Udang Indonesia Aman Dikonsumsi
Menteri Koordinator Bidang Pangan yang juga Ketua Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137 Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan udang Indoensia aman dikonsumsi.
Zulhas menyampaikan kasus kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 atau Cs-137 pada produk udang hanya terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Zat ini juga tidak menyebar ke rantai pasok nasional maupun ekspor.
Ia mengatakan pemerintah telah menetapkan kawasan industri modern Cikande sebagai lokasi kejadian khusus radiasi radionuklida Cs-137.
“Maka, kami bisa melakukan proses penanganan atau dekontaminasi secara cepat,” kata Zulkifli usai memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (30/9).
Zulhas juga menjamin mekanisme pengawasan mutu hasil perikanan tetap berjalan sesuai standar nasional dan internasional, sehingga produk udang Indonesia tetap aman dan berdaya saing di pasar global.
Dalam upaya pencegahan kontaminasi lebih lanjut, pemerintah telah melakukan re-ekspor terhadap 14 kontainer scrap besi atau besi bekas yang mengandung Cs-137 dari Pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak sembilan kontainer tambahan yang berasal dari Filipina juga akan segera dilakukan re-ekspor.
“Kalau kontainer yang masuk bermuatan udang, itu bisa tercemar udangnya. Nanti muat apa lagi, itu kan berbahaya,” ujar Zulhas.