Penjualan Mobil Anjlok 5 Bulan Berturut-turut, Gaikindo Revisi Target Tahunan
Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia atau Gaikindo memberikan sinyal revisi target penjualan tahun ini yang mencapai 850.000 unit. Sinyal tersebut muncul setelah penjualan mobil susut lima bulan berturut-turut hingga September 2025.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil per September 2025 susut 15,1% capaian September 2024 sejumlah 73.108 unit menjadi 62.071 unit. Alhasil, penjualan mobil pada Januari-Agustus tercatat lebih rendah 11,31% secara tahunan menjadi 562.000 unit.
Pertumbuhan positif penjualan mobil secara tahunan hanya terjadi pada dua dari sembilan bulan pertama tahun ini, yakni pada Februari dan April 2025.
"Kami sedang membahas dengan beberapa anggota Gaikindo terkait angka penyesuaian target penjualan mobil tahun ini," kata Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto kepada Katadata.co.id, Senin (13/10).
Penurunan mobil pada Januari-September didorong oleh pelemahan pembelian mobil pertama yang umumnya terjadi pada segmen mobil Low Cost Green Car atau LCGC. Berdasarkan catatan Katadata, rentang harga mobil LCGC per Juli 2025 adalah antara Rp 140,3 juta sampai Rp 202,5 juta.
Gaikindo mendata penjualan mobil LCGC konsisten susut selama sembilan bulan pertama tahun ini. Penurunan terbesar terjadi pada Juni 2025 yang mencapai 45,58% dari capaian Juni 2024 sejumlah 15.252 unit menjadi 8.300 unit.
Adapun penjualan mobil LCGC per September 2025 tercatat turun 43,33% secara tahunan menjadi 8.315 unit. Dengan demikian, total penjualan mobil LCGC pada Januari-September hanya mencapai 94.312 unit atau anjlok lebih dari 30% secara tahunan.
Penurunan penjualan tersebut membuat pangsa pasar mobil besutan PT Astra International Tbk susut pada Januari-September 2025 dari sekitar 56% pada periode yang sama tahun lalu menjadi 53%. Alhasil, penjualan mobil dari emiten manufaktur berkode ASII ini hingga September susut hampir 17% secara tahunan menjadi 297.498 unit.
Head of Corporate Communications ASII, Windy Riswantyo mengatakan kondisi industri otomotif domestik mempengaruhi semua performa produsen mobil. "Astra berkomitmen untuk terus menghadirkan kendaraan ayng berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," kata Windy dalam keterangan resmi.
Sebelumnya, Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara memproyeksi penjualan mobil pada paruh kedua tahun ini masih lesu. Sebab, penjualan mobil listrik atau EV tercatat susut secara bulanan pada Maret-Mei 2025.
"Sinyal optimisme penjualan semester masih bercampur, namun penjualan Juli-Desember 2025 cenderung berat," kata Kukuh kepada Katadata.co.id, Kamis (10/7).
Kukuh menyampaikan susutnya penjualan selama enam bulan pertama tahun ini disebabkan pelemahan daya beli. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi diperberat oleh dinamika geoekonomi, khususnya penambahan tarif impor yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat.