Indonesia dan Inggris Akan Kerja Sama Bidang Maritim Rp 87 Triliun

Instagram @sekretariatkabinet
Perdana Menteri Keir Starmer melakukan panggilan video dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (22/11)
Penulis: Desy Setyowati
23/11/2025, 10.19 WIB

Pemerintah Indonesia dan Inggris disebut menyepakati kerja sama maritim dengan nilai kontrak £4 miliar atau Rp 87 triliun (kurs Rp 21.837 per £).

Perdana Menteri Keir Starmer melakukan panggilan video dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (22/11). "Dalam kesempatan itu, kedua pihak berencana meluncurkan secara resmi Indonesia - UK Strategic Partnership yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam sejarah kerja sama kedua negara," demikian dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Sabtu (22/11).

Dikutip dari situs resmi pemerintah Inggris, gov.uk, Program Kemitraan Maritim atau MPP baru yang dipimpin oleh perusahaan pertahanan Inggris Babcock, berfokus dalam mengembangkan kemampuan maritim untuk angkatan laut Indonesia dan lebih dari 1.000 kapal untuk armada penangkapan ikan, guna meningkatkan konsumsi makanan laut dan pada gilirannya, ketahanan pangan.

Kapal-kapal tersebut akan dibangun di Indonesia menggunakan keahlian galangan kapal Inggris, yang akan mendukung 1.000 lapangan kerja di Inggris. Sebagian besar lapangan kerja diperkirakan tersedia di galangan kapal Babcock di Rosyth, dengan posisi-posisi lain di lokasi perusahaan di Bristol dan galangan kapal Devonport.

Di Indonesia, program itu akan membuka investasi besar dalam pembuatan kapal lokal, merevitalisasi komunitas nelayan, memperkuat pertahanan dan keamanan maritim Indonesia, serta meningkatkan ketahanan pangan, salah satu prioritas utama Presiden Prabowo.

Program itu disebut akan mewujudkan ambisi Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keanekaragaman hayati lautnya yang tak tertandingi.

"Selain memperkuat kolaborasi dalam menjaga laut yang aman, sehat dan terlindungi, program ini akan mendukung ribuan lapangan kerja di Inggris dan Indonesia," kata Perdana Menteri Keir Starmer dalam keterangan pers, Sabtu (22/11).

"Program ini akan mempercepat upaya Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan. Ini adalah awal dari era baru kerja sama Inggris–Indonesia, mewujudkan pertumbuhan, keamanan, dan keberlanjutan bagi kedua negara," ia menambahkan.

Sementara itu, dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, kedua pemimpin negara juga membahas percepatan Economic Growth Partnership. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia siap memperluas kolaborasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, PM Starmer memberi perhatian terhadap rencana ekspansi kehadiran universitas-universitas terkemuka Inggris di Indonesia dan menyampaikan komitmen pemerintah Inggris untuk menyediakan hingga 10.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia.

Selain isu bilateral, Presiden Prabowo dan PM Starmer turut membahas perkembangan situasi di Gaza, termasuk kebutuhan mendesak untuk menghadirkan stabilisation force internasional demi perlindungan warga sipil dan kelancaran bantuan kemanusiaan.

Pertemuan virtual itu menandai langkah awal penting menuju agenda bersama pada awal tahun mendatang, serta mempertegas komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang inklusif, visioner, dan saling menguntungkan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.