PT MRT Jakarta Teken MoU Studi Pengembangan Rute Kembangan-Balaraja

Katadata
PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama tujuh pengembang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lin Timur Barat Fase 2, dari Kembangan—Balaraja, pada Rabu (4/2).
Penulis: Mela Syaharani
5/2/2026, 14.37 WIB

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama tujuh pengembang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lin Timur Barat Fase 2, dari Kembangan—Balaraja, pada Rabu (4/2). Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan proyek ini akan memperkuat ekosistem ekonomi kawasan.

“Saya yakin, kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. Semoga proyek ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global,” kata Pramono dalam siaran pers, Kamis (5/2).

Berikut ini tujuh pengembang ptoyek MRT Lin Timur Barat Fase 2 Kembangan—Balaraja:

  • PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong)
  • PT Alam Sutra Realty, Tbk (Alam Sutera)
  • PT Lippo Karawaci (LippoLand)
  • PT Paramount Enterprise International (Paramount Land)
  • PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang)
  • PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk)
  • PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Puri)

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan wilayah Jakarta dan Banten saling membutuhkan proyek MRT ini. Dia berharap MRT ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Banten secara merata. Termasuk, untuk meningkatkan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Insya Allah, semoga hasil studi nantinya menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan bersama,” ujar Andra.

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan penjajakan ini untuk mendorong percepatan interkoneksi antarmoda transportasi publik lainnya. 

“MRT Jakarta sangat memahami bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan,” ucapnya.

Rute MRT Lain di Banten

Selain rute Kembangan-Balaraja, PT MRT Jakarta (Perseroda) juga sudah menandatangani MoU dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinarmas Land) terkait studi kelayakan Pengembangan Jalur MRT North–South Line Extension dari Lebak Bulus hingga Serpong, Tangerang Selatan. Studi kelayakan tersebut termasuk menentukan stasiun mana saja yang akan dilewati oleh MRT. 

“Rutenya sendiri, sebetulnya kami belum memutuskan. Semuanya masih sebatas rute stasiun awal ke stasiun akhir saja, yakni Lebak Bulus - Serpong,” kata Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad H. Mahfud, di Stasiun MRT Lebak Bulus, Kamis (24/7/25).

Kendati demikian, MRT Jakarta akan tetap menyampaikan rincian rute persisnya, setelah membahas hal tersebut bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Ditjen Perkeretaapian memang menjadi pihak pengampu kepentingan dalam penentuan trase atau rute MRT Lebak Bulus sampai Serpong.

“Jadi, selama belum ada keputusan dari Direktorat Jenderal, apapun yang kita study, itu bukan trase yang resmi secara ketentuan yang berlaku. Jadi, mohon bersabar. Nanti pasti akan kita informasikan di beberapa waktu ke depannya,” ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani