Susul Nestle, Danone Tarik Susu Formula di Sejumlah Negara Imbas Bakteri

ANTARA FOTO/REUTERS/Callaghan O'Hare/AWW/dj
6/2/2026, 11.08 WIB

Danone menarik sejumlah produk susu bayi merek Aptamil dari peredaran di Swiss menyusul dugaan kontaminasi toksin bakteri cereulide.  Sepekan sebelumnya, Danone juga telah menarik produk susu tersebut di Inggris.

Perusahaan pangan asal Prancis tersebut mengumumkan pada Kamis (5/2) bahwa beberapa batch Aptamil tidak boleh lagi digunakan. Produk itu diduga mengandung cereulide, racun yang dihasilkan bakteri Bacillus cereus dan dapat memicu gejala diare serta muntah pada bayi. 

Dalam beberapa hari terakhir, Danone telah menarik produk susu bayi di sejumlah negara. Sebelumnya, perusahaan sempat menyatakan bahwa produk yang dijual di Swiss tidak terdampak.

Namun kebijakan itu berubah setelah terbitnya pedoman baru dari otoritas keamanan pangan Uni Eropa (EFSA). Kebijakan baru itu memuat batas maksimum toleransi kandungan bakteri cereulide yang lebih ketat, serta menetapkan dosis harian yang dapat ditoleransi untuk bayi. 

“Keselamatan dan kesehatan bayi, serta kepatuhan terhadap regulasi lokal, merupakan prioritas tertinggi Danone setiap saat,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya dikutip dari Blue News (6/2). Danone menyatakan menyambut kejelasan yang diberikan oleh pedoman baru UE tersebut.

Menurut Badan Standar Pangan Inggris (FSA), cereulide termasuk kategori racun yang sulit dihancurkan lewat proses memasak atau saat menyiapkan susu formula bayi. Jika dikonsumsi dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan kram perut yang berkembang dengan cepat.

FSA menilai racun itu muncul dalam bahan spesifik yang diidentifikasi sebagai minyak asam arakidonat, yakni minyak ditambahkan ke susu formula bayi untuk memberikan beberapa sifat pertumbuhan penting yang terkandung dalam ASI.

Susul Nestle

Langkah ini memperluas gelombang penarikan produk susu formula yang sebelumnya juga dilakukan oleh Nestlé dan beberapa produsen lain di lebih dari 60 negara.

Sejak akhir 2025, sejumlah produsen susu formula, termasuk Nestlé, Danone, Lactalis, dan perusahaan Swiss Hochdorf, telah melakukan penarikan produk di lebih dari 60 negara akibat risiko kontaminasi cereulide

Industri menyebut sumber masalah berasal dari minyak yang dipasok pemasok asal China dan digunakan sebagai salah satu bahan baku susu bubuk.

Laporan kasus anak jatuh sakit muncul di beberapa negara, antara lain Prancis, Belgia, dan Inggris. Otoritas Prancis bahkan tengah menyelidiki dua kematian bayi yang diduga mengonsumsi susu terkontaminasi, meski hubungan langsung dengan produk tersebut belum dapat dipastikan.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina