Produksi Pupuk Kaltim 2,14 Juta Ton pada Kuartal I 2026, Stok Aman di Atas 100%
PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mencatatkan kinerja produksi yang solid sepanjang kuartal I 2026. Sebagai bagian dari PT Pupuk Indonesia (Persero), perusahaan memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman di tengah tingginya kebutuhan sektor pertanian.
Sekretaris Umum Perusahaan PKT Anggono Wijaya mengatakan, total produksi PKT pada tiga bulan pertama 2026 mencapai 2,14 juta ton. Produksi tersebut berasal dari tiga komoditas utama perusahaan, yakni urea, Pupuk majemuk alias Nitrogen Fosfor dan Kalium (NPK), dan amonia.
“Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim memiliki tanggung jawab besar dalam pemenuhan pasokan pupuk nasional,” ujar Anggono dalam media briefing di Jakarta Pusat, Rabu (29/4).
Berdasarkan catatan perusahaan, sepanjang kuartal I atau periode Januari hingga 27 April 2026, Pupuk Kaltim berhasil memproduksi Urea sebesar 1,16 juta ton, NPK sebesar 104 ribu ton, serta Amonia sebesar 874 ribu ton.
Selain produksi, perusahaan juga memastikan kesiapan stok pupuk dalam kondisi aman dan siap disalurkan melalui jaringan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
Per 27 April 2026, stok pupuk subsidi PKT yang terdiri dari urea dan NPK tercatat mencapai 618.393 ton. Jumlah itu dinilai berada di atas batas aman kebutuhan distribusi.
“Service stock kita jadi sekitar 131% untuk urea, di atas service stock. Dan untuk NPK 196%,” kata Anggono. Menurut dia dengan stok yang melebihi dari service stock perusahaan bisa menjamin pasokan untuk petani aman.
Terkait kebutuhan ekspor, perusahaan memastikan pasokan aman. Anggono menjelaskan bahwa PKT berkontribusi dalam sektor produksi pupuk nasional. Selain PKT, terdapat empat produsen pupuk lain yang juga berada di bawah naungan Pupuk Indonesia.
Keempat perusahaan tersebut yakni PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang Cikampek, dan Pupuk Iskandar Muda di Aceh.