Prabowo Minta Danantara Genjot Industri, RI Harus Produksi Mobil Sendiri

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
20/5/2026, 13.48 WIB

Presiden Prabowo Subianto mendorong Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mempercepat pembiayaan pembangunan dan investasi industri nasional guna mempercepat industrialisasi. Dengan demikian, Indonesia mampu memproduksi sendiri produk manufaktur strategis seperti mobil, motor hingga perangkat elektronik. 

Rencana ini dinilai bisa diwujudkan melalui aset dan kekayaan negara yang dikelola Danantara, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kita menemukan terus kekayaan-kekayaan negara yang saya enggak mengerti, mungkin disembunyikan atau diapakan oleh birokrat-birokrat itu. Kita terus menemukan tanah milik negara, aset milik negara, gedung milik negara yang nilainya tidak sedikit,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5). 

Ke depan, Danantara akan difokuskan untuk berbagai proyek pembangunan nasional, serta mendukung investasi dan kebutuhan modal kerja sektor industri. 

“Khususnya investasi dan modal kerja untuk percepatan industrialisasi,” katanya.

Industrialisasi disebut menjadi salah satu agenda utama pemerintahannya. Menurut dia, Indonesia tak boleh hanya menjadi pasar bagi produk negara lain tanpa memiliki kemampuan produksi sendiri. 

“Kita harus industrialisasi! Kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri,” ujar Prabowo.

Ia mengungkapkan telah mengumpulkan sejumlah profesor dan pakar untuk membantu mewujudkan target industrialisasi nasional tersebut. Pemerintah ingin memperkuat kolaborasi antara negara, akademisi, dan pelaku industri guna mempercepat pengembangan manufaktur dalam negeri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina