Menhub Beberkan Kronologi Kecelakaan KA Bekasi Timur, Kereta Berangkat Terlambat

Katadata/Kamila Meilina
Para petugas berusaha mengevakuasi rangkaian KRL Commuter Line pasca-insiden tabrakan dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, pada Selasa (28/4).
21/5/2026, 17.39 WIB

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur yang melibatkan KRL Jakarta-Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek. Ia mengungkap kereta sempat terhenti akibat kerumunan warga di sekitar lokasi insiden sebelum tabrakan terjadi. 

“Pada tanggal 27 April 2026 pukul 20.52 WIB, terjadi insiden kecelakaan kereta api di emplacement stasiun Bekasi Timur yang melibatkan kereta api komuter lain Jakarta Cikarang dan kereta api Argo Promo Agrek,” ujar Dudy dalam Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, di Senayan, Jakarta, Kamis (21/5). 

Ia menyebut kecelakaan itu mengakibatkan 124 korban, terdiri dari 16 korban meninggal dunia, lima korban masih menjalani perawatan, dan 103 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing.

Dudy menjelaskan kronologi bermula saat KA Komuter Line 5568A tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34 WIB dengan keterlambatan satu menit. Kemudian KA 116D Sawunggalih tiba pukul 20.35 WIB atau terlambat lima menit dari jadwal untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

“Sawunggalih diberangkatkan 20.37 WIB dari stasiun Bekasi. Saunggali melintas stasiun Bekasi Timur pukul 20.39 WIB,” katanya.

Selanjutnya, sebuah taksi dilaporkan mogok di tengah rel. Pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan terjadi temperan dengan kendaraan tersebut. Peristiwa itu memicu kerumunan warga yang mendatangi lokasi kejadian.

“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” ujar Dudy.

Dalam kondisi tersebut, KA KRL Jakarta-Cikarang 5568A yang telah terlambat delapan menit diberangkatkan pukul 20.45 WIB dan tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB.

“Kereta tersebut sempat berangkat namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” kata Dudy.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek melintas di Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB atau lebih awal tiga menit dari jadwal dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.

“Tempuran terjadi pada jam 20.52,” ujarnya.

Dudy menegaskan Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah, kata dia, mendukung proses investigasi dilakukan secara independen, profesional, dan transparan.

“Kementerian Perhubungan memprioritaskan percepatan penanganan korban pemulihan operasional perjalanan kereta api agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

Selain itu, Kemenhub juga menjadikan evaluasi dan peningkatan aspek keselamatan transportasi sebagai fokus utama pascakecelakaan 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina