Bulog Berencana Luncurkan Beras SPHP Versi Premium, Harga Rp 14.900/Kg
Perum Bulog berencana membentuk program Beras Kita Premium dengan konsep serupa Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna meredam kenaikan harga beras premium yang terjadi di pasar.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani, mengatakan usulan itu telah disampaikan dalam rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan saat ini masih dalam tahap pembahasan pemerintah.
"Jadi kan beras premium lagi agak meningkat, supaya menstabilisasi beras premium, Beras Kita Premium harus ada," kata Rizal ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut dia, pasokan dan harga beras medium saat ini relatif aman dan stabil. Karena itu, intervensi pemerintah dinilai lebih dibutuhkan pada segmen beras premium yang mengalami kenaikan harga.
"Nah tadi saya memberikan saran di rapat dibuatkan program Beras Kita Premium seperti beras SPHP. SPHP yang sekarang kan beras medium," ujarnya.
Beras SPHP adalah beras yang disalurkan pemerintah melalui skema subsidi harga untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menyetabilkan harga beras di tingkat konsumen. Beras SPHP yang saat ini disalurkan merupakan tingkat medium.
Badan Pangan Nasional alias Bapanas menetapkan harga beras SPHP di tingkat konsumen dengan harga sebagai berikut:
- Wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawei : Rp12.500 per kg
- Wilayah Sumatra kecuali Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan: Rp13.100 per kg
- Wilayah Maluku & Papua: Rp13.500 per kg
Dalam usulan itu, harga Beras Kita Premium direncanakan akan dipatok sebesar Rp14.900 per kilogram, sama seperti harga yang diusulkan dalam konsep awal program tersebut.
"Ya sama Rp14.900, biasa," kata Rizal.
Meski demikian, ia menegaskan usulan tersebut belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah. Bulog berharap program tersebut dapat segera disetujui agar mampu membantu menstabilkan harga dan menenangkan masyarakat.
"Nah ini kan saya baru mengajukan saran, belum di-approve. Harapannya bisa di-approve sehingga untuk menstabilkan harga-harganya," ujarnya.
Meski demikian, Rizal belum memerinci lebih jauh terkait realisasi program ini.
"As soon as possible (diwujudkan), biar masyarakat tenang, jangan sampai ribut seperti ini," katanya.