Prototipe Jet Tempur KF-21 Korsel-RI Dijadwalkan Rampung pada Juni 2026
Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat melanjutkan kerja sama pengembangan pesawat jet tempur KF-21 Boramae.
Menurut keterangan Korea Aerospace Industries (KAI), sebanyak enam prototipe KF-21 telah berhasil dikembangkan dalam program tersebut. Satu di antaranya akan dialihkan kepada Indonesia.
Kementerian Pertahanan Indonesia dan Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korsel menargetkan program pengembangan bersama itu rampung pada Juni 2026. Hal ini dikonfirmasi oleh Senior Manager & Team Leader International Business Development Asia Team 2 KAI, Seonghee Park.
"Kedua pemerintah tengah membahas metode terbaik untuk pengalihan satu unit prototipe setelah program pengembangan bersama selesai," kata Park dalam kunjungan jurnalis Indonesia bersama Korea Foundation (KF) dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Sacheon, Korsel, Kamis (11/6/2026).
Park menjelaskan, untuk menyelesaikan alih teknologi pesawat itu, KAI akan mendukung kemampuan manufaktur yang dibutuhkan kepada PT Dirgantara Indonesia (PTDI) agar dapat memasok komponen bagi KF-21.
Kontribusi Indonesia dalam proyek tersebut sebesar 6% dari total biaya pengembangan per 2025 atau KRW600 miliar. Proporsi itu telah direvisi dari sebelumnya sebesar 20%.
Soal penyelesaian komitmen pendanaan itu, Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Cecep Herawan, mengatakan belum ada informasi lebih lanjut mengenai sisa pembayaran yang harus dipenuhi Indonesia.
Teknis penyerahan prototipe itu juga bakal diserahkan kepada jajaran di Indonesia. Cecep mengaku belum mengetahui waktu pasti penyerahan pesawat tempur tersebut.
"Pada saat ini kita sedang menunggu juga pembahasan di level tinggi kelanjutan dari KF-21, terutama dari sisi pemanfaatan KF-21," kata Cecep saat ditemui di Wisma Duta Besar Indonesia di Seoul, Selasa (9/6/2026).