Gojek dan BP Tapera Kerja Sama, 3.000 Driver Ojol Antre Daftar KPR Subsidi
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat alias BP Tapera meneken kerja sama dengan PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk memperluas akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi mitra pengemudi.
Global Head of Government Affairs and Public Policy Gojek, Dian Sinto Eko Putri, mengatakan minat mitra pengemudi terhadap program kepemilikan rumah cukup tinggi.
"Saat ini yang sudah siap menandatangani akad ada 125 driver yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang mengantre untuk proses BI checking, slip, dan tahapan lainnya jumlahnya lebih dari 3.000," ujarnya dalam konferensi pers di kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (3/7).
Syarat untuk mengikuti program itu, Gojek memprioritaskan mitra pengemudi dengan performa terbaik atau disebut Mitra Juara, yang dinilai berdasarkan konsistensi kinerja, bukan semata-mata masa bergabung.
Untuk memudahkan pembayaran cicilan, Gojek menerapkan mekanisme direct debit (DDI) dengan pemotongan harian dari pendapatan mitra. Skema ini dinilai lebih aman bagi pengemudi yang memiliki pendapatan fluktuatif.
"Kami memakai potongan harian. Itu sudah dihitung berdasarkan rata-rata performa mereka sehingga diharapkan tidak memberatkan mitra," kata Dian.
Besaran cicilan diperkirakan berkisar Rp 1,1 juta hingga Rp 1,2 juta per bulan, tergantung harga rumah subsidi dan lokasi rumah yang dipilih.
Menurut Dian, program tersebut berlaku secara nasional. Namun, minat terbesar sejauh ini berasal dari wilayah Jawa, Bali, dan Jabodetabek.
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan banyak pekerja informal, termasuk pengemudi ojek online, selama ini masih kesulitan memiliki rumah meski telah memenuhi syarat penghasilan.
Sid menjelaskan, pemerintah pada tahun ini mengalokasikan sekitar 350.000 kuota KPR subsidi FLPP. BP Tapera meminta bank-bank penyalur untuk mengalokasikan minimal 15% dari kuota tersebut bagi pekerja sektor informal, termasuk mitra pengemudi Gojek.
"Minimum 15% dari kuota tersebut kami minta disalurkan kepada pekerja informal, termasuk para mitra driver Gojek. Tidak ada kuota khusus untuk Gojek, sehingga kesempatan ini terbuka bagi seluruh mitra yang memenuhi persyaratan," katanya dalam gelaran acara yangs ama.
Selain itu, BP Tapera bersama asosiasi pengembang perumahan menyiapkan program uang muka (DP) 0%. Skema tersebut dilakukan dengan menanggung porsi DP 1% yang biasanya dibayarkan konsumen.
"Kami didukung para pengembang perumahan subsidi sehingga DP 1% akan ditanggung pengembang. Dengan demikian, bagi para driver menjadi DP 0%. Sementara KPR subsidi tetap menggunakan suku bunga 5% dan tidak berubah sehingga cicilan menjadi lebih terjangkau," ujar Sid.
Setelah penandatanganan kerja sama, BP Tapera dan Gojek akan melakukan sosialisasi kepada jutaan mitra pengemudi di seluruh Indonesia agar semakin banyak yang memanfaatkan fasilitas tersebut.