Pupuk Indonesia Siapkan Pabrik Urea Berbasis Gas Masela, Produksi Mulai 2030
PT Pupuk Indonesia (Persero) membidik pemanfaatan gas dari Blok Masela sebagai sumber bahan baku untuk pengembangan pabrik amonia dan urea yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2030.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, perseroan tengah menyiapkan rencana pengembangan pabrik amonia dan urea terintegrasi yang akan memanfaatkan pasokan gas dari Proyek Abadi Masela.
“Pupuk Indonesia menyambut positif dengan menyiapkan rencana pengembangan industri pabrik amonia dan urea yang terintegrasi dan berkelanjutan yang memanfaatkan pasokan gas dari Blok Masela," ujar Rahmad kepada Katadata.co.id, Rabu (22/7).
Fasilitas itu dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 4.000 ton amonia per hari dan 3.500 ton urea per hari. Secara tahunan, kapasitas itu setara dengan sekitar 1,3 juta ton amonia dan 1,15 juta ton urea.
Berdasarkan rencana pengembangan saat ini, pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2030, bertepatan dengan target dimulainya produksi gas dari Proyek Abadi Masela.
Dari sisi pasokan gas, kerja sama antara Pupuk Indonesia dan pengelola Blok Masela telah memasuki tahap awal melalui penandatanganan Head of Agreement (HoA) pada Mei 2026.
Dalam kesepakatan awal itu, Pupuk Indonesia dan INPEX Masela menyepakati rencana alokasi pasokan gas sebesar 150 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 20 tahun untuk mendukung pengembangan industri amonia dan urea.
Meski demikian, Rahmad mengatakan pembahasan kontrak jual beli gas antara Pupuk Indonesia dan konsorsium pengelola Blok Masela masih terus berlangsung. Adapun mengenai harga gas dan alokasi final, proses pembahasannya masih berjalan bersama para pihak terkait.
Ke depan, pemanfaatan gas dari Blok Masela diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku industri pupuk nasional dalam jangka panjang. Menurut Rahmad, kepastian pasokan tersebut penting untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain menopang industri pupuk, pembangunan pabrik amonia dan urea juga diharapkan menjadi motor pertumbuhan industri hilir di kawasan Indonesia Timur.
"Selain itu dengan pembangunan pabrik amoniak dan urea diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah di Indonesia Timur, sekaligus memastikan kehadiran proyek ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek," kata Rahmad.