Beras Fortifikasi Palsu Ditarik, Pemerintah Pastikan Stok Beras Tetap Aman
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pasokan beras di ritel modern tetap aman, menyusul rencana pemerintah menarik beras fortifikasi yang tak sesuai klaim nilai gizi.
Dalam menghadapi kondisi ini, ia memastikan pemerintah akan tetap memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang kini beralih nama menjadi Beras Kita ke ritel.
”Bulog kan sudah menyampaikan untuk memasok 1 juta ton Beras Kita,” kata Budi saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9). Pernyataan ini disampaikan Bulog dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinasi bidang Pangan alias Kemenko Pangan.
Selain wacana penarikan beras fortifikasi yang tak sesuai klaim, sebelumnya peritel juga diterpa isu kelangkaan beras premium pasca penjual beralih ke beras fortifikasi.
Menurut Budi, distribusi Beras Kita untuk memastikan pasokan serta stok beras di ritel tetap aman. Selain itu pemerintah juga akan menggencarkan pasokan untuk pasar rakyat.
Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugan beras fortifikasi yang dijual tak sesuai klaim gizi pada kemasan.
“Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab, kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan levelnya," ujarnya Amran dalam konferensi pers di kantornya pada Selasa (15/9).
Sebanyak 25 merek beras ditemukan tidak memenuhi kadar fortifikasi yang tercantum pada label produk, setelah pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi yang diuji.
Pemerintah melakukan pemeriksaan laboratorium di empat laboratorium yang dianggap kredibel. Sampel beras diujikan untuk mengukur kandungan zat gizi, vitamin, dan mineral yang seharusnya sesuai dengan klaim fortifikasi.
Kementan akan menarik beras yang tidak memenuhi syarat dari pasar, mencabut izin produksi, dan memproses tindakan lanjut sesuai regulasi, meskipun belum mengumumkan sanksi hukum spesifik.