Kemnaker Mulai MagangHub Batch 2 Angkatan II, Diisi 41.000 Lulusan PTN

Kementerian Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan ada 350 ribu lulusan perguruan tinggi yang mendaftar dan tercatat memenuhi syarat pada program MagangHub kloter II 2026.
Penulis: Mela Syaharani
23/9/2026, 14.39 WIB

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai program MagangHub batch (kloter) II angkatan II 2026, pada Rabu (23/9). Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan ada 350 ribu lulusan perguruan tinggi yang mendaftar dan tercatat memenuhi syarat untuk pada program tersebut.

“Sesudah serangkaian proses seleksi, akhirnya kami tetapkan sebagai peserta magang batch II angkatan kedua ini sebanyak 41 ribu orang,” kata Yassierli dalam acara Kick Off MagangHub di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (23/9).

Dia menyebut sepanjang tahun ini pemerintah paling tidak akan membuka tiga kloter magang. Kloter pertama telah menerima 46 ribu peserta, kloter kedua atau yang saat ini sebanyak 41 ribu peserta, dan yang ketiga sekitar 70 ribu peserta.

Insya Allah di batch ketiga dibulatkan (agar total peserta MagangHub mencapai) 150 ribu orang,” ujarnya.

Pembukaan kloter ketiga ini akan dilakukan pada November mendatang. Jeda waktu antara kloter yang kedua ke kloter ketiga akan dimanfaatkan untuk evaluasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker RI Darmawansyah mengatakan dalam kloter ketiga nanti, Maganghub hanya dibuka untuk formasi industri atau perusahaan saja. Program ini tak lagi menyediakan posisi untuk kementerian atau lembaga.

“Semuanya full perusahaan untuk batch III,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Meski kloter ketiga masih dibuka dua bulan lagi, namun pemerintah sudah membuka pendaftaran bagi perusahaan penyedia formasi magang bulan ini. 

"Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi. Kick-off lagi untuk bulan November,” ucapnya.

Kemnaker mengatakan MagangHub merupakan program lintas kementerian dan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap program ini dapat memberikan kesempatan bagi anak bangsa untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan pengalaman kerja, membangun portofolio, hingga membangun jejaring.

Anggaran Program Magang Nasional

Pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, mulai dari program magang bagi lulusan baru (fresh graduate), program vokasi, hingga pelatihan (retraining) bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi penting untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Ekonomi Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45% dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil menjaga pertumbuhan di atas 5 persen dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil menjaga inflasi juga rendah relatif 2,8 persen. Nah kemudian Bapak Presiden mendorong penguatan SDM,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Salah satu upaya yang didorong pemerintah yakni program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di industri selama enam bulan. Program tersebut didukung pembayaran upah oleh pemerintah dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,14 triliun.

Selain menyasar lulusan perguruan tinggi, pemerintah juga menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar dapat masuk ke industri. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,12 triliun untuk program tersebut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani