Rusia Berisiko Gagal Bayar Utang, Prospeknya Turun ke Level CC
Lembaga pemeringkat internasional S&P menurunkan peringkat Rusia menjadi ‘CC’ dari ‘CCC’. Hal tersebut lantaran Negeri Beruang Merah melaporkan kesulitan pembayaran surat utang Eurobonds 2023 dan 2043 dengan denominasi dolar AS akibat sanksi internasional.
Sanksi internasional ini telah mengurangi cadangan devisa dan membatasi akses Rusia ke sistem keuangan global. Hukuman tersebut dijatuhkan lantaran Rusia menginvasi Ukraina.
“Kami berpikir bahwa pembayaran utang Eurobond Rusia yang jatuh tempo dalam beberapa minggu ke depan mungkin menghadapi kesulitan teknis yang sama," kata S&P, Kamis (17/3).
Lembaga pemeringkat lainnya seperti Moody’s dan Fitch juga telah memotong peringkat Rusia. Mereka mengkhawatirkan kemampuan Moskow untuk memenuhi kewajiban utang.
Fitch pada awal pekan ini menyatakan peringkat Rusia akan diturunkan menjadi ‘default terbatas’ jika pembayaran kupon obligasi tak dilakukan dengan dolar AS sesuai persyaratan asli.
Tak hanya banjir sanksi, Rusia juga akan membayar membayar hampir US$ 2 miliar untuk obligasi eksternalnya. Sedangkan beberapa kreditur telah menerima pembayaran kupon obligasi dalam denominasi dolar AS.
Sebelumnya Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan Rusia akan mengalami gagal bayar utang atau default akibat rentetan sanksi yang diberikan negara-negara Barat. Namun demikian, IMF meyakini gagal bayar ini tak akan memicu krisis keuangan global.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya sudah memiliki dampak parah pada ekonomi Rusia dan akan memicu resesi yang mendalam di sana tahun ini.
Serangan Rusia ke Ukraina membuatnya menjadi negara dengan sanksi internasional terbanyak. Mengutip data Castellum.AI, total sudah ada 5.532 sanksi yang diberikan kepada Rusia per 6 Maret 2022.
Sebanyak 2.778 sanksi yang diberikan setelah 22 Februari 2022, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kedaulatan dua daerah separatis di Ukraina. Tambahan sanksi ini membuat Rusia menggeser Iran yang memiliki 3.616 sanksi.