Raja Narkoba Meksiko El Mencho Terbunuh dalam Operasi Militer

Daniel Cardenas/Anadolu via Reuters Connect
Anggota Garda Nasional berjaga di luar fasilitas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City, Meksiko, pada 22 Februari 2026. Kehadiran keamanan di luar fasilitas FEMDO menyusul operasi sebelumnya pada hari itu di mana pemimpin kartel Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai \'El Mencho\' tewas dalam operasi militer di Tapalpa, di negara bagian Jalisco.
23/2/2026, 15.13 WIB

Kementerian Pertahanan Meksiko mengumumkan tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes atau 'El Mencho' dalam sebuah operasi militer pada Minggu (22/2) pagi, waktu setempat.

Pasukan Meksiko menggelar operasi militer di Tapalpa, Jalisco, dengan menargetkan Nemesio Oseguera Cervantes. Ia merupakan mantan polisi yang kemudian menjadi pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) sebagai salah satu pemasok utama fentanyl ke Amerika Serikat (AS).

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi tersebut berlangsung dalam kerja sama dengan Amerika Serikat. Otoritas AS memberikan dukungan intelijen pelengkap yang berkontribusi terhadap penangkapan El Mencho. Pemerintah Meksiko mengumumkan hadiah senilai US$ 15 juta (Rp 251,96 miliar, kurs Rp 16.800 per US$) untuk menangkap El Mencho.

El Mencho naik ke puncak kekuasaan setelah penangkapan Joaquín Guzmán, mantan pemimpin Kartel Sinaloa pada 8 Januari 2016. Setelahnya, Kartel CJNG berkembang dari kelompok kriminal lokal menjadi organisasi perdagangan narkoba berskala global yang beroperasi dari basisnya di negara bagian Jalisco dalam 15 tahun terakhir.

Didukung Intelijen AS

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa AS memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko untuk membantu operasi yang menewaskan El Mencho.

Leavitt mengatakan, El Mencho merupakan target utama pemerintah Meksiko dan AS karena perannya sebagai salah satu pengedar fentanyl terbesar ke negeri Paman Sam. Ia menyebut, pada tahun lalu Presiden Donald Trump secara resmi menetapkan Kartel Jalisco Nueva Generación sebagai organisasi teroris asing.

"Dalam operasi ini, tiga anggota kartel lainnya tewas, tiga terluka, dan dua ditangkap,” kata Leavitt di X, sebagaimana diberitakan oleh Fox News, pada Minggu (22/2).

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan pemimpin CJNG tersebut terluka dalam upaya penangkapan dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Kota Meksiko.

Selain itu, empat orang lainnya dilaporkan tewas di lokasi baku tembak antara pasukan Meksiko dan tersangka pelaku kriminal di Jalisco. Nemesio Oseguera Cervantes 'El Mencho' termasuk di antara tiga orang yang sempat mengalami luka-luka sebelum akhirnya meninggal dunia.

Otoritas Meksiko juga menangkap dua anggota organisasi kriminal lainnya serta menyita sejumlah persenjataan, termasuk kendaraan lapis baja dan peluncur roket yang disebut mampu menjatuhkan pesawat serta menghancurkan kendaraan lapis baja.

Dalam operasi tersebut, tiga anggota angkatan bersenjata dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis. Hingga kini, sedikitnya 21 ruas jalan raya masih diblokade sembari membuka kembali lima ruas jalan di antaranya. Foto-foto yang beredar menunjukkan banyak barikade dan kendaraan yang dibakar.

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mengatakan pemerintah daerah masih berada pada status kode merah dan kembali mengimbau warga untuk tidak meninggalkan rumah. Keputusan ini diambil menyusul adanya bentrokan yang terjadi di sejumlah wilayah sekitar.

Otoritas mengeluarkan peringatan perjalanan untuk negara bagian Jalisco, termasuk Puerto Vallarta, Chapala, dan Guadalajara; Tamaulipas, termasuk Reynosa dan sejumlah kota lainnya; serta sebagian wilayah Michoacán, Guerrero, dan Nuevo León.

Operasi terhadap Nemesio Oseguera Cervantes 'El Mencho' berlangsung di tengah tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap pemerintah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. Pemerintah AS mendesak Meksiko untuk memperketat perang melawan perdagangan narkoba.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu