Khameini Wafat, Iran Dipimpin Dewan Beranggotakan Tiga Orang
Dewan beranggotakan tiga orang akan memimpin Iran dalam masa transisi usai meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2), mengutip kantor berita resmi Iran, IRNA. Kepemimpinan dewan ini berlaku hingga pemimpin tertinggi baru diumumkan.
Anggota dewan ini adalah Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Kepala Peradilan Gholamhossein Mohseni-Ejei, dan ulama dari Dewan Wali yang ditunjuk Dewan Penegasan Kebijaksanaan. Hal ini diatur dalam Pasal 111 Konstitusi Iran.
"Dewan akan mengambil alih tanggung jawab dalam masa transisi setelah kematian syahid Ayatollah Seyyed Ali Khameini," kata penasihat Khamenei sekaligus Mantan Wakil Presiden Iran, Mohammad Mokhber, dikutip dari IRNA, Minggu (1/1).
Otoritas tertinggi pemerintah Iran dipegang Pemimpin Tertinggi yang jabatannya kosong setelah meninggalnya Khamenei. Berdasarkan konstitusi, Majelis Para Ahli berkewajiban menunjuk dan mengumumkan pemimpin baru secepatnya.
Selain Khamenei, dua pejabat Iran turut meninggal dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Keduanya adalah Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani dan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour.
Serangan gabungan AS-Israel turut menargetkan kediaman Khamenei di Teheran, Iran. Sebuah citra satelit dari Airbus menunjukkan kerusakan pada kompleks kediamannya setelah serangan.
Bulan Sabit Merah Iran melaporkan ada 201 orang meninggal dalam serangan pada Sabtu (28/2), termasuk korban dalam penyerangan di dua sekolah dasar. Selain itu, ada 747 orang luka-luka dalam serangan yang berdampak ke 24 provinsi Iran ini.