Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Belum Berubah meski Timur Tengah Memanas

ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc.
Foto suasana Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025).
13/3/2026, 19.01 WIB

Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu memastikan seluruh jemaah haji tahun ini masih dijadwalkan berangkat pada bulan depan. Sebabnya Arab Saudi masih belum mengubah rencana penyelenggaraan ibadah haji di tengah konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan,Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum mengubah rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.  Indonesia juga tidak akan membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Kalau ada perkembangan lebih lanjut terkait penyelenggaraan ibadah haji lebih lanjut, tentu akan disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi," kata Heni di kantornya, Jumat (13/3).

Heni mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat haji bulan depan untuk tetap tenang. Selain itu, seluruh jemaah diajak untuk tidak berspekulasi dan mendapatkan informasi resmi dari pemerintah secara berkala.

Dia mengatakan, perang di Timur Tengah telah menahan lebih dari 6.000 WNI di bandara Arab Saudi. Menurutnya, seluruh WNI tersebut tidak bisa keluar dari Tanah Suci setelah melakukan umrah sejak bulan lalu.

Pemerintah telah memfasilitasi ribuan WNI yang mayoritas tertahan di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi. Seluruh WNI tersebut kini ditampung dalam penginapan sekitar bandara sembari menunggu pembukaan penerbangan komersial keluar dari Arab Saudi.

Ini karenatidak semua rute komersial di Timur Tengah terbuka bebas. "Begitu ada jalur udara yang mulai dibuka, mereka akan kembali," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, dirinya telah membicarakan tentang pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci dengan Presiden Prabowo. Namun Kepala Negara masih belum secara eksplisit menentukan apakah ibadah haji tahun ini akan dijalankan atau tidak.

"Pertimbangan utama presiden adalah keselamatan dan keamanan jemaah, itu yang harus diutamakan. Kami akan terus melihat situasi dan kondisi di Timur Tengah," kata Irfan di Gedung DPR, Rabu (11/3).


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief